Kemenhub Matangkan Persiapan Hadapi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

oleh -766 Dilihat
Ilustrasi (Foto dok kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai melakukan persiapan menyeluruh untuk mengantisipasi puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Persiapan tersebut difokuskan pada penguatan aspek keselamatan, kesiapan layanan transportasi, serta penyediaan fasilitas pendukung bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Ernita Titis Dewi, mengatakan Kemenhub telah menyiapkan sejumlah program unggulan, salah satunya program mudik gratis yang selama ini dinilai berhasil membantu masyarakat pada periode angkutan Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru.

“Secara umum, program mudik gratis tahun ini disiapkan untuk ribuan peserta mudik dengan dukungan ratusan armada bus. Tujuan mudik meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Sumatera, serta adanya penambahan rute tujuan,” ujar Titis dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2/2026).

Ia mengajak masyarakat untuk aktif memantau informasi resmi melalui laman Kemenhub dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat agar tidak tertinggal informasi terkait pendaftaran dan pelaksanaan program mudik gratis.

Selain program mudik gratis, Kemenhub juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi guna mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan selama masa mudik Lebaran. Kesiapan sarana dilakukan melalui inspeksi kendaraan atau rampcheck terhadap angkutan orang sebelum dioperasikan.

“Kesiapan sarana dilakukan melalui inspeksi kendaraan atau rampcheck terhadap angkutan orang sebelum dioperasikan,” kata Titis.

Dari sisi prasarana, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah meningkatkan kesiapan terminal sebagai simpul transportasi utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Toni Tauladan, menegaskan pentingnya masyarakat naik dan turun bus di terminal demi menjamin keselamatan perjalanan.

“Angkutan umum yang masuk terminal akan melalui pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ketika kendaraan dan awaknya telah memenuhi persyaratan laik jalan, barulah armada tersebut mendapat izin jalan dari kepala terminal,” ujar Toni.

Baca Juga :  Ketika Nurani Menjadi Kompas: Ganjar, Palestina, dan Kebenaran yang Pasti Akan Menang

Toni menambahkan, untuk memudahkan proses inspeksi keselamatan angkutan orang di terminal, Kemenhub telah menerapkan sistem digital Terminal on System (TOS) di 115 terminal tipe A yang melayani angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP). Melalui sistem tersebut, proses rampcheck dapat dipantau secara daring, termasuk status uji berkala kendaraan dan perizinan trayek.

“Jika pada sistem TOS status uji berkala dan trayek terpantau hijau, kendaraan dapat langsung diproses untuk mendapatkan persetujuan jalan. Namun jika belum memenuhi ketentuan, akan dilakukan pemeriksaan ulang secara manual oleh petugas terminal,” jelasnya.

Untuk itu, Kemenhub mengimbau masyarakat, khususnya para pemudik, agar memilih angkutan umum yang mengutamakan keselamatan dengan naik dan turun bus di terminal. Pasalnya, bus yang beroperasi melalui terminal telah melalui prosedur inspeksi keselamatan sesuai ketentuan.

Selain kesiapan transportasi, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga mengingatkan masyarakat untuk tertib berlalu lintas dengan mematuhi rambu dan mengikuti pengaturan lalu lintas selama masa mudik Lebaran. Masyarakat juga diminta memperhatikan informasi cuaca dan potensi wilayah rawan bencana dari BMKG, terutama bagi pemudik yang akan melakukan penyeberangan.

Sementara itu, bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, Kemenhub mengimbau agar mempersiapkan kendaraan dengan baik serta menjaga kondisi fisik dengan beristirahat secara berkala dan tidak memaksakan diri saat berkendara. Untuk mendukung keselamatan pemudik, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah titik istirahat atau rest area guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan masyarakat selamat hingga tujuan.(den)