Pemuda Katolik Jatim Dorong Politik Berkeadaban Lewat Kelas Politiku

oleh -317 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemuda Katolik Jawa Timur menggelar Kelas Politiku di Malang pada 7–8 Februari 2026 sebagai upaya memperkuat kaderisasi politik berkeadaban dan demokratis di tengah tantangan kehidupan sosial-politik nasional.

Pelaksanaan Kelas Politiku Pemuda Katolik di Malang menjadi momentum penting penguatan kader politik yang menjunjung nilai keadaban dan demokrasi. Kegiatan ini diawali dengan Seminar Nasional bertema:  “Bergerak Dari Altar ke Pasar: Merawat Politik dan Demokrasi yang Berkeadaban” yang digelar di SMAK St. Albertus (Dempo), Malang.

Seminar tersebut dihadiri ratusan umat Katolik, perwakilan organisasi lintas iman, serta jajaran Komisariat Daerah Pemuda Katolik se-Regio Jawa dan Lampung. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Vikaris Jenderal Keuskupan Malang Rm. Ignasius Adam, Pr., Rm. Joko Purnomo, O.Carm., Dewan Pembina Pemuda Katolik Komda Jatim, serta Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin.

Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menegaskan bahwa kader Pemuda Katolik harus menjadi agen perubahan sosial dengan menjunjung nilai keadaban dalam kehidupan politik. “Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan jalan pelayanan. Kader harus hadir untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Jawa Timur, Christophorus Suryo, menyampaikan bahwa Kelas Politiku Malang merupakan hasil kolaborasi antara Pemuda Katolik Komda Jatim, Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dan Kerasulan Awam Keuskupan Malang. “Kami berharap setelah kegiatan ini, kader Pemuda Katolik di Malang dan sekitarnya terus melanjutkan kolaborasi. Kaderisasi tidak boleh berhenti di satu acara,” katanya.

Dukungan pemerintah daerah ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa politik harus dimaknai sebagai ruang pengabdian. “Politik seharusnya menjadi sarana melayani masyarakat, bukan sekadar ajang perebutan kepentingan,” papar Ali.

Baca Juga :  Buka FKP RPJMD Bondowoso, Ini Pesan Wabup As'ad

Usai seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Kelas Politiku yang diikuti kader-kader Pemuda Katolik. Sejumlah narasumber lintas disiplin hadir memberikan pembekalan, antara lain Ketua Bawaslu Jawa Timur Abdul Warits, Rm. Dr. Yustinus CM, dosen Universitas Negeri Malang Yuventia Prisca, serta anggota Bawaslu DKI Jakarta Benny Sabdo.

Dalam sesi kelas, Abdul Warits menekankan pentingnya peran pengawasan pemilu dalam menjaga integritas demokrasi. “Pengawasan bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi juga masyarakat sipil. Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi aktif warga,” katanya.

Sementara itu, Rm. Yohanes K. Jeharut, Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI, menegaskan bahwa keterlibatan umat Katolik dalam politik merupakan wujud iman yang hidup dan bertanggung jawab secara sosial. Pakar kepemiluan Prof. A. Ramlan Surbakti menguraikan berbagai tantangan demokrasi Indonesia, khususnya dalam proses pemilu. Ia menegaskan bahwa demokrasi berkeadaban harus dimulai dari kesadaran individu. Yuventia Prisca mengajak peserta memahami politik dari sudut pandang akademis dengan menekankan pentingnya riset dan analisis dalam membaca dinamika sosial.

Sementara Benny Sabdo membagikan pengalaman praktis pengawasan pemilu di DKI Jakarta. “Kader harus siap menghadapi kompleksitas politik di lapangan dengan integritas dan keberanian,” ujar Benny. Wakil Ketua Bidang Politik dan Kepemiluan Pemuda Katolik Jatim yang juga Ketua Steering Committee kegiatan, Nurita Yuliati, menegaskan bahwa Kelas Politiku menjadi ruang belajar sekaligus refleksi bagi kader.
“Kader diajak memahami politik sebagai ruang pelayanan publik, bukan sekadar perebutan kekuasaan,” katanya. Ia menambahkan, pascapelatihan akan ada tindak lanjut berupa pertemuan kecil sebagai bagian dari action plan batch I. “Kader-kader yang lulus akan kami dampingi melalui pertemuan lanjutan agar kapasitas dan komitmen mereka terus terjaga,” pungkasya.

Baca Juga :  Wali Kota Batu Dampingi Gubernur Jatim Sidak Pasar Induk Among Tani

Kelas Politiku Malang ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi kader Pemuda Katolik dalam memperkuat peran politik berkeadaban di tengah masyarakat serta menjaga kualitas demokrasi Indonesia.(tok)

No More Posts Available.

No more pages to load.