Petenis putra peringkat satu dunia itu menang dalam tiga set langsung dengan skor 6-3, 7-6 (7-2), dan 6-2. Laga ini sekaligus menjadi penampilan perdana Alcaraz tanpa didampingi Juan Carlos Ferrero sebagai pelatih, setelah keduanya mengakhiri kerja sama selama tujuh tahun pada Desember 2025.
Alcaraz datang ke Australian Open 2026 dengan ambisi besar. Petenis berusia 22 tahun itu memburu status sebagai petenis keenam sekaligus termuda di Era Terbuka yang mampu meraih empat gelar Grand Slam berbeda atau Grand Slam Karier.
Dalam pertandingan tersebut, Alcaraz mencatatkan total 38 pukulan winner dan menunjukkan mental kuat dengan bangkit dari ketertinggalan 1-3 pada set kedua sebelum memaksakan tie-break dan memenangkannya.
“Saya sangat senang kembali ke lapangan untuk pertama kalinya musim ini. Tidak ada yang lebih baik daripada bermain di Rod Laver Arena,” ujar Alcaraz seusai pertandingan.
Ia juga mengakui Adam Walton tampil solid dan memberikan perlawanan sengit sepanjang laga. Menurutnya, petenis Australia itu beberapa kali memaksanya bermain di level tinggi.
“Rasanya dia selalu berada di posisi yang tepat. Dia solid dari garis belakang dan pukulan datarnya terkadang menyulitkan. Saya masih menyesuaikan diri dengan kondisi dan lapangan, tetapi pertandingan ini berlangsung sangat solid,” tambah Alcaraz.
Sementara itu, Walton harus menerima kenyataan tersingkir dari turnamen Grand Slam di kandang sendiri. Petenis peringkat 79 dunia tersebut sempat beberapa kali merepotkan Alcaraz melalui reli panjang, namun gagal memanfaatkan poin-poin krusial. Pertandingan berdurasi dua jam 13 menit itu pun berakhir dengan kemenangan bagi Alcaraz.
Kini, Alcaraz yang dilatih oleh Samuel Lopez melanjutkan perburuan gelar Grand Slam ketujuhnya. Sebelumnya, ia telah meraih dua gelar Roland Garros, dua gelar Wimbledon, serta dua gelar US Open.
Pada laga berikutnya, Alcaraz dijadwalkan menghadapi petenis Jerman Yannick Hanfmann, yang sebelumnya menyingkirkan Zachary Svajda dalam pertandingan empat set.(den)




