Peduli Keamanan Air Minum, Mahasiswa Untag Surabaya Kembangkan Alat Cek Kualitas

oleh -211 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kepedulian terhadap keamanan air minum mendorong mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Aditya Vahresi Ramadhan, menciptakan Sistem Deteksi Kualitas Air Minum Kemasan dan Isi Ulang Berbasis Sensor pH dan Turbidity. Karya ini terpilih sebagai salah satu inovasi menarik calon wisudawan Untag Surabaya 2026.

Inspirasi alat tersebut berawal dari pengalaman pribadi Aditya yang gemar melakukan hiking dan pendakian gunung. Dalam berbagai perjalanan, ia kerap menemui sumber air alami yang langsung dikonsumsi para pendaki tanpa pengujian kualitas yang memadai. “Ketika mendaki gunung, sering ada sumber air yang langsung diminum. Padahal kita tidak tahu apakah air tersebut benar-benar bersih atau sudah tercemar tanah atau kotoran lain. Dari situ muncul ide untuk membuat alat pendeteksi kualitas air,” terang Aditya.

Awalnya, penelitian tugas akhir ini difokuskan pada pengujian kualitas air sumber pegunungan. Namun, melalui arahan dosen pembimbing Ir. Kukuh Setyajid, M.T., serta masukan dari dosen penguji, penelitian dikembangkan ke pengujian air minum kemasan dan air isi ulang yang dinilai lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Alat yang dikembangkan Aditya menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sensor pH dan sensor turbidity atau kekeruhan air. Sensor pH berfungsi mengukur tingkat keasaman air pada skala 1 hingga 14, sementara sensor turbidity mendeteksi kejernihan air sebagai indikator keberadaan partikel kotoran. “Hasil pengukuran ditampilkan melalui LCD yang menunjukkan nilai pH, tingkat kekeruhan, serta status kelayakan air untuk dikonsumsi. Sistem ini dirancang agar mudah digunakan secara langsung, terutama untuk kebutuhan lapangan,” jelasnya.

Dalam proses pengembangannya, tantangan utama yang dihadapi Aditya adalah proses kalibrasi sensor. Menurutnya, sensor pH dan turbidity membutuhkan pengaturan awal yang presisi agar data yang dihasilkan sesuai dengan kondisi sebenarnya. “Kalibrasi dilakukan dengan menyesuaikan hubungan antara tegangan listrik dengan nilai pH maupun tingkat kekeruhan air. Proses ini penting agar hasil pengukuran lebih akurat dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Baca Juga :  Pastikan Listrik Tidak Byar-Pet Selama Ramadan dan Idul Fitri, Wagub Jatim Cek Kesiapan PLN

Dari sisi manfaat, Aditya menilai alat ini dapat memberikan rasa aman dan kepastian bagi konsumen maupun pelaku usaha air minum isi ulang. “Dengan adanya data pengukuran yang valid, kualitas air tidak lagi hanya berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan hasil pengujian yang terukur,” ujarnya.

Terpilihnya inovasi ini sebagai karya menarik calon wisudawan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aditya. Ia berharap alat tersebut dapat terus dikembangkan oleh mahasiswa lain agar semakin akurat dan sesuai standar yang berlaku. “Saya berharap adik-adik mahasiswa bisa melanjutkan dan menyempurnakan alat ini, serta menghadirkan inovasi-inovasi lain yang berdampak langsung bagi masyarakat maupun industri,” ungkapnya.

Ke depan, Aditya berharap karyanya tidak hanya berhenti sebagai tugas akhir, tetapi mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas air minum. “Saya ingin alat ini membantu masyarakat lebih peduli terhadap air yang dikonsumsi, sehingga mereka bisa merasa lebih aman dan nyaman,” pungkas Aditya.(tok)