SGN Dukung Penguatan Hilirisasi Energi dan Pangan Nasional

oleh -351 Dilihat

Direktur Bisnis PTPN III (Persero), Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), serta jajaran PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) melaksanakan seremoni groundbreaking Pabrik Bioetanol Glenmore sebagai bagian dari Proyek Hilirisasi Fase I. (ist/dok)

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Danantara memulai pembangunan sejumlah proyek hilirisasi fase pertama secara serentak di berbagai daerah, Jumat (6/2/2026). Salah satu proyek yang ditandai dengan peletakan batu pertama adalah pembangunan pabrik bioetanol di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Pabrik bioetanol ini menjadi bagian dari penguatan industri energi baru dan terbarukan berbasis komoditas dalam negeri, khususnya tebu. Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama antara PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan PT Perkebunan Nusantara PTPN III melalui sub holding PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menegaskan kesiapan SGN dalam mendukung pasokan bahan baku bioetanol berupa molases. Untuk kapasitas produksi sekitar 100 kiloliter per hari, kebutuhan molases diperkirakan mencapai 120 ribu ton per tahun.

“Produksi molases SGN saat ini mendekati 700 ribu ton per tahun yang disuplai oleh lima pabrik gula SGN di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Dengan ketersediaan tersebut, pasokan bahan baku dinilai mencukupi untuk mendukung operasional pabrik ethanol secara berkelanjutan,” ujar Mahmudi dalam sambutannya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), serta jajaran manajemen PT Pertamina PNRE.

Bupati Banyuwangi menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan pabrik bioetanol ini. Ia menilai proyek tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Tuti Rahmawati, Raih Grand Prize Bawa Pulang Mobil Honda HRV 1.5L E CVT

“Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyambut baik pembangunan pabrik bioetanol ini. Kami berharap pengelolaannya dilakukan secara bertanggung jawab dan melibatkan masyarakat lokal,” ujar Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, mengatakan Banyuwangi dipilih sebagai lokasi awal pengembangan bioetanol karena memiliki dukungan sumber daya yang memadai. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektare.

Menurut Agung, pengembangan bioetanol diharapkan dapat memperkuat bauran energi nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik. Ke depan, hasil produksi bioetanol akan disalurkan melalui jaringan Pertamina Patra Niaga.

“Kami melihat bioetanol sebagai bagian penting dari transisi energi. Proyek ini merupakan kolaborasi antara Pertamina, PTPN, dan SGN untuk memperkuat ekosistem energi bersih nasional,” ujarnya di sela kegiatan ground breaking.

Sekretaris Perusahaan PT SGN, Yunianta, menambahkan bahwa keterlibatan SGN dalam proyek ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program hilirisasi berbasis tebu sekaligus memperluas peran industri gula dalam ekosistem energi terbarukan nasional.

 Ia menilai kolaborasi ini membuka peluang pemanfaatan produk turunan tebu secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Pembangunan pabrik bioetanol ini merupakan bagian dari enam proyek hilirisasi nasional yang dijalankan Danantara, mencakup sektor energi, pertanian, pangan, dan mineral, dengan tujuan meningkatkan nilai tambah komoditas strategis serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (nov)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.