KILASJATIM.COM, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mulai mematangkan langkah strategis penataan wilayah melalui rencana pemindahan ibu kota kabupaten. Upaya tersebut diawali dengan pelaksanaan konsultasi publik guna menjaring aspirasi masyarakat sekaligus memastikan peningkatan kualitas pelayanan publik di masa mendatang.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyampaikan, pusat pemerintahan baru direncanakan berlokasi di Kecamatan Mojosari. Pemilihan wilayah tersebut dinilai lebih representatif dan strategis untuk menunjang percepatan pembangunan dibandingkan dengan lokasi pusat pemerintahan saat ini.
“Pemerintahan ini ingin merealisasikan apa yang telah menjadi cita-cita para pemimpin daerah sebelumnya. Maka pada periode kepemimpinan kami, kami berharap rencana pemindahan ibu kota kabupaten ini dapat benar-benar terealisasi,” ujar Al Barra dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 5 Februari 2026.
Untuk mematangkan kebijakan tersebut, Pemkab Mojokerto membuka ruang dialog dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur legislatif, hingga tokoh masyarakat. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bagian dari kajian mendalam agar kebijakan yang diambil berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Al Barra menegaskan, partisipasi publik menjadi aspek penting dalam proses perencanaan pemindahan ibu kota kabupaten. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal kebijakan tersebut sekaligus memberikan masukan terhadap potensi hambatan yang mungkin muncul dalam pelaksanaannya.
“Apa yang kemudian menjadi hambatan atau halangan, mari kita diskusikan bersama dan kita dukung bersama seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Meski secara administratif akan terjadi pemindahan, Al Barra memastikan rencana tersebut tidak akan menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan pemerintahan. Saat ini, seluruh tahapan masih berada pada fase kajian untuk memastikan proses transisi berjalan lancar tanpa melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Pemindahan ibu kota Kabupaten Mojokerto diharapkan dapat menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat, merata, dan berkeadilan bagi seluruh warga, seiring dengan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.(wah)




