Dini Hari Diguncang Gempa 6,4, BPBD Jatim Lakukan Pendataan

oleh -347 Dilihat
oleh
Foto: Tangkapan Layar BMKG

KILASJATIM.COM, Pacitan – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,4 mengguncang wilayah selatan Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari sekitar pukul 01.10 WIB. Pusat gempa berada di perairan selatan Kabupaten Pacitan dan dirasakan hingga sejumlah daerah di Jawa Timur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berpusat di koordinat 8,89 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur, atau sekitar 89–90 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

Guncangan dilaporkan terasa di Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, hingga Surabaya, Pasuruan, Jember, Banyuwangi, serta sejumlah wilayah di jalur Pantura. Kuatnya getaran sempat membangunkan warga dari tidur dan memicu kepanikan sesaat.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Triadi Atmono mengatakan gempa terjadi di laut dangkal dan hingga Jumat pagi belum ada laporan korban jiwa maupun luka dari wilayahnya.

“Kami masih memantau perkembangan di lapangan dan berharap tidak terjadi gempa susulan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Sementara itu, BPBD Pacitan mulai melakukan pendataan awal dampak gempa. Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko menyebut terdapat laporan awal kerusakan bangunan rumah warga.

“Masih tahap monitoring dan pengumpulan data. Informasi sementara ada laporan kerusakan,” kata Erwin.

Berdasarkan laporan awal, dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Kerusakan terjadi di Lingkungan Kebon, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, berupa rumah yang runtuh sebagian. Laporan serupa juga diterima dari Desa Kembang dan Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari.

Petugas BPBD telah diterjunkan untuk melakukan asesmen guna memastikan tingkat kerusakan dan potensi dampak lanjutan. Menurut Erwin, kuatnya guncangan memungkinkan kerusakan, terutama pada bangunan non-permanen.

Hingga Jumat pagi, belum ada laporan korban jiwa maupun luka. Pemerintah daerah mengimbau warga tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, dan segera melaporkan jika menemukan bangunan yang berisiko membahayakan keselamatan. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.