Lamongan Percepat Vaksinasi PMK, 74 Sapi Masih Terjangkit

oleh -463 Dilihat
oleh
Foto: Ilustrasi/Dok Unair-kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan mempercepat pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan mengintensifkan vaksinasi sapi sehat, memperketat pengawasan lalu lintas ternak, serta memperluas edukasi kepada peternak. Langkah ini dilakukan menyusul masih ditemukannya puluhan kasus PMK di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Shofiyah Nur Hayati, menyebut dari total 404 ekor sapi yang dipantau, sebanyak 74 ekor terkonfirmasi terjangkit PMK. Sementara itu, 154 ekor telah dinyatakan sembuh, 155 ekor dalam kondisi sehat, dan enam ekor dilaporkan mati.

“Vaksinasi terus kami lakukan untuk menekan penularan, sekaligus diiringi pembinaan langsung kepada peternak,” kata Shofiyah, Sabtu (31/1/2026).

Untuk memperkuat upaya pencegahan, Lamongan pada 2026 mendapat alokasi 14.000 dosis vaksin PMK dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Adapun bantuan vaksin dari pemerintah pusat masih menunggu distribusi.

Selain vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak juga diperketat, khususnya di pasar sapi milik pemerintah daerah. Dari hasil pemeriksaan rutin, seluruh sapi yang masuk pasar dipastikan dalam kondisi sehat.

Di tingkat peternak, dinas terkait mengintensifkan edukasi pengendalian PMK, mulai dari penanganan sapi sakit, penerapan kebersihan kandang, hingga pembatasan pergerakan ternak untuk mencegah penularan antarwilayah.

Upaya pengendalian juga diperluas hingga desa. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan telah menerbitkan dua surat edaran kepada para camat agar kepala desa membatasi akses orang luar ke area kandang ternak.

“Vaksinasi, edukasi, dan pengawasan kami jalankan secara terpadu agar pengendalian PMK lebih efektif dan kasus terus menurun,” ujar Shofiyah. (cit)

Baca Juga :  PMK Meningkat, Pemprov Jatim Distribusikan 453 Ribu Dosis Vaksin

No More Posts Available.

No more pages to load.