Surabaya Siaga Super Flu, Pemkot Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

oleh -913 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Antisipatif menghadapi potensi penyebaran virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K, Pemerintah Kota Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/1001/436.7.2/2026 tentang kewaspadaan dini terhadap penyakit Super Flu serta warga diimbau tidak panik.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto menjelaskan, penerbitan SE tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tertanggal 7 Januari 2026. Selain itu, Pemkot juga mencermati perkembangan situasi nasional hingga akhir Desember 2025 yang mencatat 62 kasus influenza di delapan provinsi, dengan sebaran tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

“Virus H3N2 subclade K memiliki tingkat penularan lebih cepat dan berpotensi menimbulkan gejala lebih berat dibanding influenza musiman. Karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci,” kata Lilik dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (27/1/2026).

Ia menyebut gejala infeksi umumnya muncul mendadak, mulai dari demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, nyeri otot dan sendi, lemas berat, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan seperti batuk kering dan nyeri tenggorokan.

Dari sisi penularan, virus dapat menyebar melalui droplet saat batuk, bersin, atau berbicara, kontak langsung seperti berjabat tangan, hingga menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi. Aktivitas harian, kata Lilik, berpotensi menjadi jalur penyebaran jika kewaspadaan diabaikan.

Meski demikian, Pemkot Surabaya menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Warga diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti menggunakan masker di area kerumunan, menerapkan etika batuk dan bersin, rutin mencuci tangan, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, istirahat cukup, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan. Warga yang mengalami gejala influenza juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan menghindari pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga medis.

Baca Juga :  Polemik Penyegelan Sekolah YPI Cokroaminoto Selesai, Pengurus Yayasan Minta Maaf ke Pemkot Surabaya

Untuk memperkuat upaya pencegahan, Pemkot menginstruksikan seluruh kepala OPD, camat, dan lurah mengintensifkan sosialisasi di wilayah masing-masing. Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, PKK, RT/RW, hingga Kader Surabaya Hebat (KSH), sekaligus melakukan pemantauan kesehatan warga secara berkelanjutan.

Dengan langkah terpadu tersebut, Pemkot Surabaya berharap kewaspadaan masyarakat meningkat, situasi tetap terkendali, dan risiko penyebaran Super Flu dapat ditekan.(cit) 

No More Posts Available.

No more pages to load.