KILASJATIM.COM, Jombang – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto memastikan ketersediaan beras di Kabupaten Jombang berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Kepastian tersebut disampaikan seiring intensifnya penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar-pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga.
Selain beras, Bulog juga menggelar operasi pasar minyak goreng MinyaKita di sejumlah titik. Kepala Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
“Pemerintah melalui Bulog diminta memastikan pasokan pangan strategis tersedia dan mudah diakses masyarakat, terutama beras dan minyak goreng,” ujar Husin, Sabtu (24/1/2026).
Husin menjelaskan, di Pasar Pon Jombang Bulog telah menyalurkan sekitar 8.000 liter MinyaKita ke 13 kios pedagang. Sementara itu, penyaluran beras SPHP terus dilakukan secara berkelanjutan ke pasar tradisional dan toko pengecer sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Untuk stok beras, kami pastikan dalam kondisi aman. Cadangan yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jombang selama Ramadan,” katanya.
Menurut Husin, Bulog Mojokerto juga memiliki fleksibilitas untuk menambah pasokan apabila terjadi peningkatan permintaan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga di tingkat konsumen.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Jika diperlukan, distribusi akan kami tingkatkan,” ucapnya.
Penyaluran beras SPHP dan MinyaKita ini mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 yang memungkinkan Bulog menyalurkan komoditas pangan secara langsung ke pengecer. Skema tersebut dinilai efektif dalam memotong rantai distribusi sehingga harga di tingkat konsumen lebih stabil.
Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras SPHP di Pasar Pon Jombang dijual Rp58.000 per kemasan lima kilogram, masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp62.500.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jombang, Suwigyo, menyatakan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga pangan.
“Kami rutin melakukan pemantauan agar distribusi berjalan lancar dan tidak ada praktik penjualan di atas harga yang telah ditetapkan,” ujarnya.(sis)




