Pengusaha Pisang Cavendish Pasuruan Kebanjiran Order Program MBG

oleh -1193 Dilihat
Pengusaha pisang cavendis dari Desa Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Muhammad Sidiq tengah menaikkan cavendis yang baru saja dipanen dari kebun miliknya di Dusun Lodo, Sabtu, 24 Januari 2026. (Foto : Istimewa)

KILASJATIM.COM, Pasuruan – Pengusaha pisang cavendish asal Desa Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Muhammad Sidiq, kebanjiran pesanan pisang untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pesanan yang diterima Sidiq tidak hanya berasal dari wilayah Pasuruan, tetapi juga datang dari berbagai daerah lain di Jawa Timur, seperti Surabaya, Malang, Sidoarjo, hingga Situbondo.

Saat ditemui di gudang produksi pisang cavendish miliknya di Dusun Lodo, Desa Kalirejo, Sabtu (24/1/2026), Sidiq tampak sibuk menata pisang yang telah dipanen untuk kemudian dikemas ke dalam kardus sebelum dikirim ke berbagai dapur MBG.

Sidiq mengungkapkan, saat ini lebih dari 10 SPPG secara rutin memesan pisang cavendish merek “Aca Banana” miliknya. Untuk setiap SPPG, pengiriman dilakukan dua kali dalam sepekan, dengan jumlah pengiriman mencapai 3.500 hingga 3.600 buah pisang setiap kali kirim.

“Alhamdulillah, pesanan datang dari lebih dari 10 dapur MBG, baik di Pasuruan, Malang, Surabaya, Sidoarjo, maupun Situbondo. Dalam seminggu ada dua kali pengiriman, dan satu dapur membutuhkan sekitar 3.500 sampai 3.600 buah pisang atau sekitar 30 kardus,” ujar Sidiq.

Khusus untuk kebutuhan Program MBG, pisang cavendish yang dipesan bukan bergrade A, melainkan grade B dan C. Hal tersebut disesuaikan dengan ukuran pisang agar dapat masuk ke dalam ompreng atau wadah makanan yang didistribusikan ke sekolah dan madrasah.

“Untuk MBG, pesanan pisangnya grade B dan C, ukurannya memang sedikit lebih kecil supaya pas dengan wadah makanan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Nyamuk Wolbachia Jadi Perdebatan, Guru Besar UNAIR Beri Tanggapan

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Sidiq mengandalkan hasil panen dari kebun miliknya sendiri dengan luas mencapai 7 hektare. Ke depan, ia berencana memperluas usahanya dengan menyewa lahan seluas 10 hektare di wilayah Kecamatan Rembang untuk ditanami pisang cavendish.

Rencana ekspansi itu dilakukan seiring tingginya permintaan pisang cavendish, tidak hanya dari Program MBG, tetapi juga dari pasar modern seperti Lippo, Transmart, serta pasar buah di sejumlah daerah di Jawa Timur yang hingga kini masih menunjukkan permintaan stabil.

“Mudah-mudahan tidak ada hambatan yang berarti. Kami berencana memperluas kebun cavendish di Rembang karena permintaannya memang luar biasa,” pungkas Sidiq.(put)