KILASJATIM.COM, Surabaya – EMBRACE Youth International kembali menggelar program sosial bertajuk Claus for a Cause dengan mengajak anak-anak dari enam yayasan di Surabaya untuk belajar bersama. Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program ini tidak hanya melibatkan yayasan sosial, tetapi juga menggandeng enam komunitas anak muda lainnya untuk berkolaborasi dalam kegiatan edukatif dan berbagi.
Founder EMBRACE Youth International, Ryan Joseph, mengatakan program ini dirancang sebagai bentuk kolaborasi lintas organisasi yang dilakukan pada berbagai momentum, seperti Natal, liburan sekolah, hingga Ramadan. Kegiatan yang dijalankan meliputi kunjungan ke yayasan, penyaluran donasi, hingga penyampaian materi belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan sasaran.
“Kita berkolaborasi dengan beberapa organisasi lain di Surabaya melakukan kunjungan, donasi, materi belajar. Ini kami lakukan di saat Natal, liburan sekolah maupun momentum lain seperti Ramadan,” ujar Ryan.
Ia menjelaskan, tujuan utama program ini adalah mengedukasi anak muda melalui aktivitas yang menyenangkan sekaligus memastikan anak-anak yang membutuhkan memiliki perlengkapan pendukung untuk belajar. Pada pelaksanaan sebelumnya, EMBRACE Youth International telah bekerja sama dengan 10 organisasi, mendampingi ratusan anak muda, serta menyalurkan sekitar 1.000 alat sekolah. “Jadi tujuannya membantu yang lebih membutuhkan,” tambahnya.
Founder EMBRACE Youth International lainnya, Jesslyn Pearl Febriany Liantono, menambahkan bahwa organisasi ini juga menjalin kerja sama dengan gereja dan sekolah yang membutuhkan bantuan. Kegiatan yang digelar tidak terbatas pada bidang pendidikan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dengan sasaran yang lebih luas, mulai dari pelajar hingga lansia.
“Tahun lalu kita datang ke gereja di daerah perkampungan dan kami berbagi obat-obatan, karena di daerah sana lebih banyak lansia dan kesulitan berobat. Jadi tidak hanya pelajar tapi orang-orang lansia yang membutuhkan lainnya,” tuturnya.
Melalui Claus for a Cause, EMBRACE Youth International juga berupaya menggerakkan inisiatif kepedulian terhadap isu-isu global seperti pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, hingga perubahan iklim. Menurut Jesslyn, edukasi mengenai isu global menjadi penting karena generasi muda saat ini akan menjadi pihak yang menghadapi tantangan tersebut dalam 10 hingga 20 tahun mendatang. “Makanya penting anak muda mengasah isu-isu global dan memiliki wawasan luas,” katanya.
Pada pelaksanaan tahun ini, antusiasme peserta meningkat signifikan. Sekitar 300 orang terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Di bidang pendidikan, salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pemberian materi belajar bahasa Mandarin di Panti Asuhan Rumah Bersinar Surabaya. Sementara di Yayasan Rumah Langit Surabaya, anak-anak diajak mengikuti permainan edukatif dan belajar mengenai anatomi tubuh.

Beragam kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak-anak. Selain pengenalan isu global, EMBRACE Youth International juga menaruh perhatian pada penguatan akademik, termasuk pembelajaran bahasa asing seperti Mandarin dan Inggris yang dinilai penting sebagai bahasa global.“Belajar bahasa juga penting untuk skill building dan critical thinking,” ujar Jesslyn.
Setiap yayasan dan panti asuhan mendapatkan kegiatan yang berbeda, namun tetap memiliki tujuan yang sama, yakni edukasi. Selain kelas belajar, terdapat pula aktivitas merakit lampu, pengenalan teknologi, hingga berbagi makanan kepada komunitas lain seperti para pekerja pengangkut sampah.
Ke depan, EMBRACE Youth International berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Dalam beberapa bulan mendatang, organisasi ini berencana memfokuskan kegiatan berbagi pada momentum Ramadan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga ke luar negeri seperti India.
“Harapannya tentu tahun depan bisa melanjutkan lagi program ini. Kami ingin berbagi dan bisa lebih mendidik lagi,” pungkas Jesslyn.(kar)




