
Bupati Bondowoso H. Abdul Hamid Wahid
KILASJATIM.COM, Bondowoso – Bupati Bondowoso H. Abdul Hamid Wahid secara resmi membuka High Level Meeting (HLM) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ID). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sabha Bina Praja, Kamis (22/1/2026).
Forum strategis ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Bondowoso Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, staf ahli bupati, para asisten, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas tim serta integrasi kebijakan daerah dalam menghadapi dinamika perekonomian yang kian kompleks. Menurutnya, tantangan global hingga percepatan transformasi digital menuntut pemerintah daerah bekerja secara lebih terkoordinasi.
“Dunia saat ini menghadapi tekanan dari berbagai arah, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, dampak perubahan iklim ekstrem, dinamika pascapandemi, hingga laju transformasi digital yang sangat pesat. Tantangan ini tidak bisa diselesaikan jika pemerintah bekerja secara terkotak-kotak,” ujar Abdul Hamid Wahid.
Ia menekankan bahwa TPID, TP2ID, dan TP2DD memiliki peran yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Koordinasi yang kuat dinilai menjadi kunci agar setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kita tidak boleh lagi bekerja secara sektoral. Diperlukan koordinasi yang solid agar kebijakan yang dilahirkan koheren dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan peran TPID dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga sebagai fondasi utama kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, inflasi bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator terjaganya daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Sementara itu, TP2ID diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui pengembangan sektor unggulan daerah, seperti pertanian, pemberdayaan UMKM, serta optimalisasi potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Adapun TP2DD berperan dalam percepatan digitalisasi daerah, tidak hanya sebatas pemanfaatan teknologi, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta perluasan akses layanan publik berbasis data.
Melalui HLM ini, Bupati berharap terbangun komitmen kolektif untuk mendorong inovasi daerah dan mengoptimalkan sistem peringatan dini (early warning system) dalam mendeteksi potensi gejolak ekonomi. Ia juga mendorong kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, dan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen menindaklanjuti setiap rekomendasi forum ini secara konkret dan terukur, agar benar-benar menjadi solusi bagi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia serta seluruh anggota tim atas dedikasi dan kolaborasi yang telah terjalin. Ia berharap HLM ini mampu menghasilkan kebijakan yang implementatif demi mewujudkan masyarakat Bondowoso yang lebih sejahtera dan berdaya saing.(wan)




