KILASJATIM.COM, Bondowoso – Serapan anggaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bondowoso sepanjang tahun 2025 mendapat perhatian dari Komisi I DPRD. Walaupun secara persentase realisasi anggaran dinilai cukup baik, DPRD menegaskan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pada tahun anggaran 2026.
Ketua Komisi I DPRD Bondowoso, Setyo Budi, menilai bahwa keberhasilan anggaran tidak bisa diukur semata dari besarnya serapan. Menurutnya, anggaran daerah harus mampu menjawab persoalan riil yang dihadapi masyarakat, terutama terkait lapangan kerja dan pengangguran.
“Evaluasi ini penting agar kita tidak terlena. Anggaran mungkin terserap, tapi kalau dampaknya belum terasa, berarti masih ada yang harus dibenahi. Itu yang akan kita fokuskan di 2026,” ungkapnya, Selasa (20/1/2026).
Ia menekankan, sektor ketenagakerjaan menjadi titik krusial karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Upaya penurunan angka pengangguran, kata Setyo, harus diwujudkan melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
“Pelatihan tidak boleh hanya formalitas. Tenaga kerja yang sudah dibekali keahlian harus benar-benar punya peluang masuk ke perusahaan-perusahaan,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DPMPTSP Bondowoso, Hari Cahyono, menyampaikan bahwa hasil evaluasi tahun 2025 menjadi dasar perumusan program kerja di tahun berikutnya. Ia memastikan, sejumlah kekurangan yang teridentifikasi akan diperbaiki agar kebijakan yang dijalankan lebih efektif.
“Masukan dari DPRD menjadi bahan penting bagi kami. Ke depan, kami akan memperkuat kerja sama lintas OPD supaya pelatihan tenaga kerja sejalan dengan kebutuhan pasar dan iklim investasi daerah,” kata Hari.
Ia menambahkan, DPMPTSP berkomitmen mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan. Langkah ini diharapkan mampu memastikan tenaga kerja lokal tidak hanya siap secara kompetensi, tetapi juga terserap secara nyata di dunia kerja.
Melalui evaluasi ini, DPRD berharap pengelolaan APBD 2026 tidak hanya fokus pada capaian administrasi, melainkan benar-benar memberikan dampak konkret bagi penurunan pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bondowoso.(wan)




