Terminal Tipe A Purboyo Madiun Perketat Ramp Check Bus Demi Keselamatan Penumpang

oleh -555 Dilihat

KILASJATIM.COM, Madiun – Upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas pada transportasi umum, khususnya bus, terus dilakukan manajemen Terminal Tipe A Purboyo, Kota Madiun. Salah satu langkah yang diterapkan adalah pelaksanaan ramp check, yakni pemeriksaan rutin terhadap kondisi fisik kendaraan dan kelengkapan administrasi armada bus yang berangkat maupun melintas di terminal tersebut.

Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Tipe A Purboyo Kota Madiun, Ali Imran Hariyadi, mengatakan sepanjang Januari hingga Desember 2025 sebanyak 2.910 armada bus telah menjalani ramp check. Dari jumlah tersebut, 2.699 bus dinyatakan laik jalan, 18 bus diberikan peringatan, dan 193 bus dikenai sanksi tilang.

“Ramp check kami lakukan setiap hari dengan waktu yang acak atau random. Kegiatan ini penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan penumpang,” ujar Imran.

Ia menjelaskan, pemeriksaan diawali dengan pengecekan kelengkapan administrasi, terutama buku uji KIR. Jika dokumen tersebut tidak dapat ditunjukkan, bus tidak diizinkan beroperasi dan penumpang akan diturunkan.

“Pertama yang kami cek adalah buku uji KIR. Kalau tidak ada, bus kami kosongkan. Penumpang kami beri tahu bahwa armada tersebut tidak memenuhi standar keselamatan,” tegasnya.

Menurut Imran, ramp check paling banyak menyasar armada bus dengan tujuan jarak jauh. Bus dengan rute Jakarta, Bali, hingga Sumatera menjadi prioritas pemeriksaan karena menempuh perjalanan panjang yang bisa mencapai 10 hingga 12 jam, bahkan lebih untuk rute lintas pulau.

“Kami utamakan bus tujuan jarak jauh. Karena durasi perjalanan yang panjang, risiko kecelakaan juga lebih tinggi jika kondisi kendaraan tidak prima,” ujarnya, Rabu (7/1/2026). Imran diketahui juga pernah menjabat sebagai Wasatpel Terminal Tipe A Kertonegoro, Ngawi.

Dalam pemeriksaan teknis, petugas memastikan sejumlah komponen penting berfungsi dengan baik. Mulai dari sistem pengereman, lampu penerangan, wiper, kondisi serta tekanan ban, hingga komponen keselamatan lainnya.

Baca Juga :  Sinergi BRI-ALFI: Upaya Memacu Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Timur

“Kalau bus tidak siap, risikonya besar. Ini menyangkut nyawa manusia, jadi kami tidak main-main. Untuk unsur administrasi tertentu masih bisa ditoleransi dengan kearifan, tetapi untuk buku uji KIR tidak ada toleransi,” pungkas Imran.(ron)

No More Posts Available.

No more pages to load.