KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Berawal dari dapur rumah, Nur Rahmawati kini mengembangkan Salad Buah Rahma (SBR) menjadi usaha kuliner dengan lima cabang dan puluhan karyawan. Bisnis yang dirintis sejak 2017 ini tumbuh lewat konsistensi kualitas produk dan pemanfaatan media sosial sebagai mesin pemasaran.
Rahma memulai perjalanan wirausaha jauh sebelum SBR berdiri. Ia sempat mencoba usaha fashion dan kuliner, namun harus menerima kegagalan. Pengalaman itu menjadi bekal saat membangun usaha salad buah.
“Dari kegagalan, saya belajar memperbaiki banyak hal,” cerita Rahma saat berbincang dengan kilasjatim.com, Sabtu (17/1/2026).

Ide bisnis muncul dari kebiasaan menyajikan buah untuk keluarga. Tahun pertama menjadi fase tersulit. Rahma aktif membagikan tester ke teman, kerabat, hingga tetangga untuk menguji rasa sekaligus memperkenalkan produk.
Masuknya pemasaran digital menjadi titik balik. Rahma mulai memanfaatkan Instagram untuk menampilkan visual produk yang segar dan menarik. Strategi ini terbukti efektif menjangkau konsumen baru.
“Orang tertarik pertama kali dari visual. Kalau tampilannya menarik, mereka penasaran dan membeli,” ujarnya.
Momentum pertumbuhan terbesar terjadi saat pandemi. Penjualan daring melonjak dan memperluas pasar SBR. Di saat yang sama, Rahma membangun kedekatan dengan pelanggan melalui komunikasi langsung dan layanan personal.
Meski aktif di media sosial, Rahma menegaskan kualitas rasa tetap menjadi kunci utama keberlanjutan bisnis.
“Kalau rasanya tidak enak, pelanggan tidak akan kembali. Jadi kualitas tetap nomor satu,” tegasnya.
Seiring perkembangan usaha, manajemen dan sistem kerja ikut dibenahi. Dari yang awalnya hanya dibantu satu orang, kini SBR mempekerjakan hampir 30 karyawan. Omzet juga tercatat tumbuh hampir 20 persen per tahun.
Produk SBR pun terus diperluas. Selain salad buah, kini tersedia puding, manisan, dan berbagai olahan buah lain yang disesuaikan dengan tren pasar.
Ke depan, Rahma menargetkan ekspansi cabang, penguatan manajemen, serta menjaga konsistensi kualitas agar bisnis tetap tumbuh berkelanjutan sekaligus membuka lapangan kerja baru.(KAR)
