KAI Tutup 316 Perlintasan Sebidang Sepanjang 2025

oleh -222 Dilihat
oleh
Ilustrasi (Foto: Dok-Istimewa)

KILASJATIM.COM, Surabaya – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menutup 316 perlintasan sebidang berisiko sepanjang 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat keselamatan perjalanan kereta dan pengguna jalan. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah, kepolisian, TNI, serta kementerian dan lembaga terkait.

Penutupan perlintasan rawan tersebut menjadi strategi utama KAI untuk menekan potensi kecelakaan dan menciptakan lalu lintas yang lebih tertib di sekitar jalur kereta api.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan, keselamatan operasional tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kepatuhan masyarakat terhadap aturan di perlintasan.

Masyarakat, kata Anne, diimbau untuk selalu berhenti di palang pintu, mematuhi rambu, dan memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas. “Langkah sederhana ini penting untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).

Selain menutup perlintasan rawan, KAI juga melakukan 52 penertiban bangunan liar yang dinilai mengganggu keselamatan perjalanan kereta. Penertiban dilakukan di area Ruang Manfaat Jalur Kereta Api (RUMAJA), yakni kawasan terdekat rel yang diperuntukkan bagi operasional dan perawatan kereta.

RUMAJA, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, harus dijaga tetap tertib dan bersih. KAI menegaskan penertiban dilakukan secara persuasif dengan mengedepankan dialog bersama masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami mengutamakan pendekatan humanis dan kolaboratif. Tujuannya menciptakan ruang yang aman dan tertib, bukan sekadar penegakan aturan,” kata Anne.

Upaya keselamatan juga diperkuat lewat pelibatan komunitas. Hingga akhir 2025, KAI membina 56 komunitas railfans dengan total 6.455 anggota. Sepanjang tahun lalu, tercatat 1.509 kegiatan dilakukan bersama komunitas, terutama untuk kampanye keselamatan dan edukasi publik.

Baca Juga :  KAI Daop 8 Surabaya Operasikan 4 KA Tambahan di Periode Libur Panjang Maulid Nabi

Di sisi edukasi, KAI melaksanakan 2.016 kegiatan sosialisasi keselamatan di sekitar jalur kereta, 212 program edukasi ke sekolah, pemasangan 687 spanduk keselamatan, serta 655 kegiatan TJSL di lingkungan stasiun.

Melalui penutupan perlintasan berisiko, penertiban RUMAJA, serta penguatan edukasi publik, KAI menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kereta api yang lebih aman, tertib, dan andal.(cit)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.