KILASJATIM.COM.COM, Jember – Layanan Kereta Api (KA) Pandanwangi relasi Jember–Ketapang pulang-pergi terus mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Kereta api lokal andalan wilayah Tapal Kuda ini melayani sebanyak 1.154.619 penumpang, meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai 1.128.843 penumpang.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api, khususnya di jalur Jember–Banyuwangi. KA Pandanwangi merupakan layanan kereta api bersubsidi melalui skema Public Service Obligation (PSO), sehingga tarif yang ditetapkan tetap terjangkau dan dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.
Skema PSO dinilai berperan penting dalam mendukung mobilitas sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan Tapal Kuda.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penumpang tersebut mencerminkan peran KA Pandanwangi sebagai bagian dari pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat.
“Dengan rata-rata hampir 800 penumpang per hari, KA Pandanwangi menjadi moda utama bagi pelajar, pekerja, masyarakat umum, hingga wisatawan,” ujar Cahyo, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, konsistensi KAI dalam menjaga aspek kenyamanan, keamanan, serta keterjangkauan layanan turut mendorong tingginya animo masyarakat. KA Pandanwangi bahkan telah menjadi tulang punggung mobilitas warga di wilayah timur Jawa Timur.
Dalam satu kali perjalanan, KA Pandanwangi memiliki kapasitas sebanyak 636 tempat duduk. Namun pada periode tertentu, seperti akhir pekan dan musim liburan, tingkat keterisian penumpang dapat melampaui kapasitas tempat duduk hingga 120 persen.
Selain menunjang aktivitas harian masyarakat, KA Pandanwangi juga memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pariwisata. Relasi Jember–Ketapang menghubungkan berbagai destinasi unggulan, mulai dari wisata alam dan budaya Banyuwangi, Pantai Boom, Kawah Ijen, hingga wisata edukasi dan kuliner khas Jember.
Ke depan, KAI Daop 9 Jember berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan kereta api lokal, meningkatkan kenyamanan sarana dan prasarana, serta memperkuat peran transportasi kereta api sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata regional di wilayah Tapal Kuda.(wan)




