Foto Ilustrasi
KILASJATIM.COM, Kediri – Hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Kementerian Haji dan Umrah se-Jawa Timur menetapkan bahwa Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Kediri tahun 2026 akan diberangkatkan pada gelombang kedua. Pada pelaksanaan haji tahun 2025, jemaah Kabupaten Kediri tergabung dalam gelombang pertama. Sistem pemberangkatan haji di Jawa Timur dilakukan secara bergilir tiap kabupaten/kota.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, Selasa (13/1/2026), menjelaskan bahwa keberangkatan pada gelombang kedua memiliki sejumlah keuntungan bagi jemaah. Salah satunya, jemaah tiba di Makkah mendekati waktu pelaksanaan ibadah haji.
“Positifnya, kita datang menjelang waktu pelaksanaan haji sehingga kondisi kesehatan jemaah maksimum. Memang saat tiba di Makkah orang sudah banyak sehingga diperlukan tenaga ekstra untuk melaksanakan umrah wajib, tetapi enaknya, pada kloter terakhir jemaah akan menemui Kota Madinah agak lengang,” ujar Abdul Kholiq.
Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dan mekanisme pelaksanaan bimbingan manasik dari Kementerian Haji dan Umrah pusat. “Saat ini sebagian jemaah juga telah mengikuti manasik di masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang telah memiliki izin operasional,” katanya.
Abdul Kholiq juga mengungkapkan adanya perbedaan pilihan manasik di kalangan jemaah. Sebagian memilih Haji Ifrad (haji terlebih dahulu, kemudian umrah), sementara lainnya memilih Haji Tamattu (umrah terlebih dahulu, lalu haji dengan jeda tahallul). Oleh karena itu, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri akan menekankan materi serta memperbarui data terkait situasi terkini dan kebijakan pelaksanaan haji 2026 pada saat manasik nanti.(rud)
