Pemkot Surabaya Tetap Pindahkan Jagal RPH Pegirian ke Osowilangun Usai Idul Fitri 2026

oleh -1208 Dilihat
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima aspirasi jagal rumah pemotongan hewan (RPH) Pegirian yang menolak pindah (Foto: Kominfo)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan rencana pemindahan aktivitas jagal dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Pegirian ke RPH Osowilangun tetap dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Keputusan tersebut diambil meskipun mendapat penolakan dari sejumlah jagal.

Aspirasi para jagal disampaikan langsung dan diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, M. Fikser, bersama Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, di Balai Kota Surabaya, Senin (12/1/2026).

M. Fikser menjelaskan bahwa rencana relokasi RPH Pegirian bukan kebijakan mendadak, melainkan telah disosialisasikan sejak 2016. Program tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan kota, khususnya penataan kawasan wisata religi Ampel.

“Mereka meminta untuk tidak dipindah, tetapi kami jelaskan bahwa program ini sudah direncanakan sejak tahun 2016 dan masuk dalam rencana pembangunan kota. Saat ini Pemkot Surabaya juga sedang melakukan penataan kawasan religi,” tegas Fikser.

Meski tetap melanjutkan relokasi, Pemkot Surabaya membuka ruang dialog dan pendekatan persuasif dengan para jagal guna mencari solusi terbaik. Sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan, mulai dari kendaraan pengangkut daging, perubahan jam operasional RPH Osowilangun menjadi pukul 22.00 WIB, hingga jaminan keamanan bagi para jagal.

“Kami pemerintah kota akan terus melakukan pendekatan dan diskusi dengan para jagal agar mereka bisa memahami kebijakan ini,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot juga memastikan para jagal akan mendapatkan tanda pengenal serta fasilitas penyimpanan alat kerja di RPH Osowilangun.

“Nanti ada semacam kolektif atau surat, sehingga alat kerja yang mereka bawa bisa terdata dan diketahui,” tambah Fikser.

Baca Juga :  Radial Road Lontar Hampir Tuntas, Ini Progres Terbarunya

Fikser menegaskan bahwa relokasi hanya menyangkut aktivitas pemotongan hewan, sedangkan Pasar Daging Pegirian di Jalan Arimbi tetap beroperasi seperti biasa.

“Yang dipindahkan itu aktivitas jagal atau pemotongan hewan sapi, bukan pasarnya,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, menyatakan bahwa RPH Osowilangun telah siap digunakan. Pihaknya memberikan waktu hingga akhir Idul Fitri 2026 kepada para jagal untuk beradaptasi.

“Kami memberi kesempatan sampai akhir Idul Fitri. Selama Januari hingga Maret, RPH akan dimanfaatkan secara paralel untuk memastikan kesiapan fasilitas,” jelas Fajar.

Menurutnya, relokasi dilakukan untuk memberikan fasilitas pemotongan hewan yang lebih modern dan representatif. RPH Pegirian yang berdiri sejak 1927 dinilai sudah mengalami penurunan fungsi.

“RPH Osowilangun lebih representatif karena dibangun dengan fasilitas yang lebih modern dan dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang lebih maksimal,” ujarnya.(ara)

No More Posts Available.

No more pages to load.