Jagal Sapi Tegaskan Aksi Tolak Relokasi Bukan Ormas

oleh -1012 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Massa aksi tolak relokasi RPH Pegirian akan memastikan tidak akan ada pemotongan daging sapi atau mogok jika tuntutannya tidak dipenuhi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya jika tetap memindahkan dan memfungsikan RPH Oso Wilangun.

“Kami akan mogok massal dan kami pastikan selama mogok tidak akan ada daging sapi di Surabaya sampai tuntutan kami dipenuhi,” kata koordinator aksi Abdullah Mansyur dalam keterangannya di sela aksi, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, ada dua tuntutan yang wajib dipenuhi Wali Kota Eri Cahyadi sebagai pimpinan tertinggi di Pemkot Surabaya. Pertama, Batalkan rencana relokasi RPH Pegirian ke Oso Wilangun.

“Kedua, cabut surat edaran tentang pendaftaran ulang jagal di Pegirian untuk dipindah ke RPH Oso Wilangun,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan alasan para pedagang dan jagal sapi melakukan aksi hari ini sebagai bentuk kekecewaan yang sudah memuncak akibat tidak diperhatikannya suara mereka oleh pemkot.

“Selama ini kami tidak pernah diajak berdiskusi, diajak bediskusi tetapi usulan tidak diakomodir buat apa. Ditambah, kami baik pedagang maupun jagal juga sudah menghitung biaya operasional serta waktu jika dipindah ke Oso Wilangun, yang jelas kami tidak untung tetapi malah rugi besar,” pungkas Mansyur.

Usai melakukan audensi dengan perwakilan DPRD Surabaya, massa melanjutkan aksinya ke Balai Kota Surabaya dengan harapan bisa melakukan dialog langsung dengan Wali Kota Eri Cahyadi.

Sepanjang jalan menuju Balai Kota, pengnjuk rasa melalui pengeras suara memastikan aksinya bukanlah dari ormas Madas serta meminta maaf kepada pengguna jalan karena telah menyebabkan kepadatan.

“Mohon maaf ini bukan Madas, sekali lagi bukan Madas, Ini Jagal sapi RPH,” kata orator sepanjang jalan menuju Balai Kota.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.