Bengawan Jero Meluap, Akses Jalan Desa di Lamongan Lumpuh

oleh -667 Dilihat

Kendaraan warga yamg terendam banjir di Desa Bojoasri – Foto Istimwa

KILASJATIM.COM, Lamongan – Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero yang melanda Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Genangan air yang telah berlangsung hampir dua bulan justru semakin meluas dan merendam sejumlah titik permukiman warga.

Luapan sungai tersebut menggenangi akses jalan utama desa dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 70 sentimeter. Kondisi ini membuat mobilitas warga lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat terhenti.

Tak hanya jalan poros desa, banjir juga merendam ratusan rumah warga. Ketinggian air di dalam rumah rata-rata mencapai 30 hingga 40 sentimeter. Berdasarkan data sementara, ratusan kepala keluarga terdampak langsung oleh banjir yang berkepanjangan ini.

Selain permukiman, banjir juga berdampak serius terhadap sektor mata pencaharian warga. Ratusan hektare lahan tambak yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat dilaporkan mengalami gagal panen akibat genangan air yang tak kunjung surut.

Dampak banjir turut dirasakan pada fasilitas umum. Sejumlah gedung sekolah, tempat ibadah, hingga fasilitas pelayanan masyarakat ikut tergenang. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Para siswa terpaksa berangkat ke sekolah dengan menerjang genangan air setiap hari.

Salah seorang siswa, Azam, mengaku kondisi tersebut telah menjadi bagian dari keseharian mereka.
“Setiap hari pasti basah. Jalannya licin, kadang terpeleset. Tapi sekolah tetap masuk,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Banjir yang berlangsung lama membuat Desa Bojoasri nyaris terisolasi. Akses logistik dan distribusi kebutuhan pokok menjadi terbatas. Warga mengaku belum menerima bantuan secara memadai meski banjir telah terjadi selama hampir dua bulan.

Baca Juga :  Pertamina Tingkatkan jumlah penyaluran LPG 3 kg Di kabupaten Ponorogo hingga 110%

Salah satu warga, Makin, mengatakan air di dalam rumahnya bertahan di ketinggian sekitar 30 sentimeter.
“Sudah lama banjirnya. Sampai sekarang belum pernah dapat bantuan. Harapannya ada bantuan dan jalan desa bisa ditinggikan supaya tidak terus kebanjiran,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret, baik penanganan darurat maupun solusi jangka panjang. Beberapa usulan yang disampaikan antara lain normalisasi Sungai Bengawan Jero, perbaikan sistem drainase, serta peninggian infrastruktur jalan desa guna mencegah banjir berulang.(put)

No More Posts Available.

No more pages to load.