Kebakaran hutan melanda wilayah Longwood, Victoria, Australia, dan menghanguskan kawasan semak belukar, Rabu (7/1/2026) (Foto: Reuters)
KILASJATIM.COM, Australia – Kebakaran hutan meluas di wilayah tenggara Australia sejak Sabtu (10/1/2026). Sedikitnya 300.000 hektare lahan dilaporkan hangus terbakar akibat kondisi cuaca ekstrem yang mempercepat penyebaran api. Situasi ini disebut sebagai yang terburuk sejak tragedi kebakaran besar Black Summer pada 2019–2020.
Suhu udara yang menembus lebih dari 40 derajat Celsius membuat api cepat meluas dan sulit dikendalikan. Ribuan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menahan laju kebakaran yang masih aktif di sejumlah wilayah.
Victoria Alami Dampak Terparah
Negara bagian Victoria menjadi wilayah yang paling terdampak. Sejak pertengahan pekan, kebakaran telah melalap lebih dari 300.000 hektare lahan. Hingga Sabtu (10/1/2026), sedikitnya 10 titik api besar masih belum berhasil dikendalikan.
Dampak kebakaran juga dirasakan oleh warga. Lebih dari 130 bangunan dilaporkan hancur, sementara sekitar 38.000 rumah dan fasilitas bisnis mengalami pemadaman listrik akibat rusaknya jaringan distribusi.
Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan, menyatakan pemerintah daerah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia dan bekerja sama dengan petugas pemadam kebakaran serta relawan.
“Kebakaran menyebabkan banyak kehilangan, rumah dan usaha warga terdampak serius. Pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya untuk melindungi keselamatan masyarakat,” ujar Jacinta Allan melalui akun Instagram resminya @jacintaallanmp, Minggu (11/1/2026).
New South Wales Masuki Status Darurat
Kondisi serupa juga terjadi di New South Wales, terutama di wilayah perbatasan dengan Victoria. Sejumlah titik api mencapai tingkat bahaya tertinggi dan memicu status darurat di beberapa daerah.
Di Sydney, suhu udara tercatat mencapai 42,2 derajat Celsius, sekitar 17 derajat di atas rata-rata suhu Januari. Kondisi panas ekstrem ini meningkatkan risiko kebakaran baru dan memperburuk situasi di lapangan.
Pemerintah Federal Turun Tangan
Pemerintah federal Australia turut mengambil langkah cepat. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut kebakaran hutan yang meluas sebagai krisis nasional dan menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat.
“Kita akan bekerja sama dengan Pemerintahan Allan untuk memberikan bantuan. Kita akan selalu ada, tidak hanya selama krisis ini tetapi juga dalam masa pemulihan,” kata Albanese melalui akun Instagram resminya @albomp, Minggu (11/1/2026).
Kebakaran besar juga dilaporkan terjadi di sekitar Longwood, sekitar 112 kilometer di utara Melbourne. Api membakar kebun anggur serta lahan pertanian produktif, menimbulkan kerugian besar bagi sektor agrikultur.
Puluhan komunitas telah dievakuasi demi keselamatan warga. Sejumlah taman nasional dan area perkemahan ditutup sementara untuk menghindari risiko korban jiwa.
Badan Meteorologi Australia telah mengeluarkan peringatan gelombang panas secara nasional. Meski demikian, perubahan arah angin ke selatan diperkirakan akan membawa suhu yang lebih sejuk dalam beberapa hari ke depan.
Hingga kini, ribuan petugas pemadam kebakaran masih bersiaga dan terus melakukan upaya pemadaman guna mencegah kebakaran meluas ke wilayah pemukiman lainnya.(den)




