Hadapi Tantangan Global, TPS Jaga Stabilitas Kinerja Sepanjang 2025

oleh -513 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan bagi industri logistik nasional, termasuk bagi PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Di tengah dinamika perdagangan global serta tekanan arus logistik domestik, TPS tetap mampu menjaga stabilitas kinerja operasionalnya sepanjang tahun.

Berdasarkan perbandingan year-on-year, arus peti kemas internasional TPS pada periode Januari–Desember 2025 tercatat sebesar 1,509 juta TEUs atau tumbuh tipis 0,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,508 juta TEUs. Capaian ini mencerminkan ketahanan TPS dalam melayani aktivitas perdagangan luar negeri.

Secara total, arus peti kemas TPS—baik domestik maupun internasional—mengalami koreksi sebesar 0,45 persen, dari 1,58 juta TEUs menjadi 1,57 juta TEUs. Koreksi tersebut disebabkan oleh terjadinya unbalancing atau ketidakseimbangan antara volume peti kemas dan jumlah kunjungan kapal (ship’s call) pada segmen peti kemas domestik.

Dari sisi fasilitas, TPS saat ini mengelola terminal peti kemas dengan dermaga internasional sepanjang 1.000 meter dan dermaga domestik sepanjang 450 meter. Operasional bongkar muat didukung oleh 12 unit electric Container Crane (e-CC) yang berfungsi meningkatkan efisiensi serta keandalan layanan terminal.

Kinerja perdagangan luar negeri menunjukkan tren positif menjelang akhir tahun. Pada Desember 2025, arus peti kemas ekspor tumbuh 5 persen secara month-on-month, dari 59 ribu TEUs menjadi 62 ribu TEUs. Sementara itu, arus peti kemas impor juga meningkat sebesar 2,98 persen, dari 66 ribu TEUs menjadi 68 ribu TEUs.

Sepanjang Januari–Desember 2025, komposisi arus peti kemas ekspor dan impor relatif seimbang. Peti kemas ekspor berkontribusi 49 persen atau sekitar 741 ribu TEUs, sedangkan impor mencapai 51 persen atau 767 ribu TEUs. Komposisi ini tidak mengalami perubahan dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Baca Juga :  Pengguna Pelabuhan Desak Peremajaan Peralatan Bongkar Muat Kapal di Tanjung Perak Surabaya

Dari sisi trafik kapal, jumlah kunjungan kapal ke TPS selama 2025 meningkat sebesar 5,43 persen, dari 1.215 kunjungan pada tahun sebelumnya menjadi 1.281 kunjungan. Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan perusahaan pelayaran terhadap layanan dan kelancaran operasional TPS.

Pertumbuhan arus peti kemas tersebut menegaskan bahwa kinerja operasional TPS tetap terjaga di tengah dinamika logistik internasional. Peningkatan ini didukung oleh keandalan layanan bongkar muat serta kelancaran proses pelayanan di terminal.

Apresiasi juga datang dari pengguna jasa. Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur, Boy George Rahman, menilai berbagai perbaikan layanan TPS berdampak positif terhadap kelancaran aktivitas logistik eksportir.

“Kami selaku pengguna jasa TPS sangat mengapresiasi layanan yang diberikan, khususnya layanan receiving peti kemas ekspor. Truck Round Time (TRT) berkisar di bawah 30 menit, sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu pengiriman peti kemas ekspor ke pelabuhan. Semoga ke depan layanan TPS dapat terus ditingkatkan bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Boy dalam keterangan tertulis di Surabaya, Rabu (7/1/2026).

Dari sisi produktivitas, TPS mencatat rata-rata kinerja bongkar muat sebesar 52 box/ship/hour sepanjang 2025. Angka tersebut melampaui standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan sebesar 48 box/ship/hour. TPS juga berhasil mempertahankan dominasi pasar peti kemas internasional dengan pangsa pasar mencapai 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak, serta mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 4,03 persen pada Desember 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.(pur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.