KILASJATIM.COM, Surabaya – Rapat Paripurna Andalan Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur yang digelar di Kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur, Jalan Balongsari Tama, Tandes, Surabaya, Kamis (8/1/2026) Sore.
Rapat Paripurna ini merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) Gerakan Pramuka Jawa Timur 2025 yang berlangsung pada Desember 2025. Agenda utama perumusan program kerja strategis lima tahun ke depan dengan tema “Adaptif, Produktif, Berkelanjutan.”
Arum Sabil sebagai Ketua terpilih Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025–2030. Ia akan melanjutkan program unggulan “Pramuka Produktif” yang sebelumnya dinilai berhasil mendorong peran kepramukaan dalam penguatan ekonomi dan kemandirian masyarakat, terutama pada masa pandemi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam Rapat Paripurna menekankan pentingnya memetakan ruang-ruang produktivitas yang dapat digarap Pramuka Jawa Timur secara lebih konkret dan terukur.
“Betapa banyak ruang produktivitas yang bisa di-create oleh Kwarda Pramuka Jawa Timur, oleh kwartir cabang, satuan karya, hingga dewan kerja. Ini perlu segera dipetakan dan dikoordinasikan agar bisa menjadi plan of action yang jelas,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, Pramuka memiliki peluang besar untuk mengambil peran strategis di berbagai sektor produktif, seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan, yang selaras dengan dinamika ekonomi lokal hingga global.
“Bisa dibuat sektor atau klaster produktivitas, misalnya peternakan, perikanan, jagung, tebu, dan lain-lain. Tidak harus selalu dikaitkan dengan struktur saka, tetapi fokus pada bagaimana program itu menjawab kebutuhan produktivitas masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran Pramuka Jawa Timur untuk tetap adaptif di tengah tantangan ekonomi, seraya membangun optimisme dan kerja keras. “Di tengah tantangan, selalu ada peluang. Itu yang harus ditangkap,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kwarda Jatim terpilih Arum Sabil menyampaikan bahwa program Pramuka Produktif ke depan akan difokuskan pada isu ketahanan pangan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Pramuka produktif memang mengarah ke persoalan pangan, tetapi tidak hanya itu. Pertanian, perkebunan, dan peternakan terintegrasi akan kami kembangkan, termasuk mengarah pada energi baru terbarukan dan konsep zero waste,” jelas Arum.
Ia menambahkan, program tersebut akan digerakkan di seluruh kwartir cabang di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan pendekatan kegiatan yang edukatif dan menyenangkan bagi anggota Pramuka.
“Kami ingin kegiatan yang membuat adik-adik Pramuka merasa nyaman, happy, bahagia, dan tentu berkelanjutan,” pungkasnya.
Rapat Paripurna Andalan Kwarda Jatim ini sekaligus menjadi tonggak awal penyusunan arah kebijakan dan program kerja Gerakan Pramuka Jawa Timur untuk lima tahun ke depan, dengan menegaskan komitmen pada kepramukaan yang adaptif, produktif, dan relevan dengan tantangan zaman. (FRI)
