KAI Daop 9 Jember Catat Kinerja Positif Selama Angkutan Nataru 2025/2026

oleh -810 Dilihat

KA Mutiara Timur Fakultatif saat Melintasi Petak Jalan Kalisat-Ledokombo. Foto: Dok KAI

 

KILASJATIM.COM, Jember – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat kinerja positif selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember berjalan tepat waktu dan tanpa insiden kecelakaan.

Selama periode angkutan Nataru yang berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, ketepatan waktu keberangkatan atau On Time Performance (OTP) departure tercatat mencapai 100 persen. Seluruh perjalanan kereta api yang dioperasikan berjalan sesuai jadwal.

Sebanyak 26 perjalanan kereta api dilayani Daop 9 Jember, terdiri dari 24 kereta api reguler dan dua kereta api fakultatif Mutiara Timur Tambahan relasi Ketapang–Surabaya Gubeng.

“Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh insan KAI yang siaga penuh selama masa Nataru,” ujar Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, Rabu (7/1/2026).

Sementara itu, ketepatan waktu kedatangan atau OTP arrival berada pada angka 99,65 persen. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan Daop 9 Jember dalam menjaga ketepatan waktu perjalanan, meskipun terjadi peningkatan frekuensi perjalanan selama masa libur Nataru.

Jika dibandingkan dengan Angkutan Nataru 2024/2025, OTP keberangkatan tetap konsisten di angka 100 persen. Sedangkan OTP kedatangan mengalami peningkatan dari sebelumnya 99 persen menjadi 99,65 persen.

“Peningkatan ini mencerminkan adanya upaya perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan operasional perjalanan kereta api,” tambah Cahyo.

Menurutnya, ketepatan waktu menjadi salah satu indikator utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. Keberhasilan tersebut didukung oleh perencanaan perjalanan yang matang, koordinasi lintas unit melalui Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop), optimalisasi waktu berhenti kereta di stasiun, serta kesiapan sarana dan prasarana untuk meminimalkan gangguan teknis.

Baca Juga :  &T Express Kirim Bantuan Beras dan Perlengkapan Kesehatan ke Pemprov Jatim

Selain ketepatan waktu, KAI Daop 9 Jember juga mencatatkan capaian Zero Accident atau nihil kecelakaan selama masa Angkutan Nataru. Aspek keselamatan menjadi perhatian utama, terutama karena periode tersebut bertepatan dengan musim hujan yang berpotensi menimbulkan gangguan di lintas kereta api.

“Keselamatan menjadi prioritas utama kami, terlebih di musim hujan yang rawan banjir dan longsor,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi risiko, Daop 9 Jember meningkatkan pengawasan prasarana dengan menempatkan petugas tambahan di titik-titik rawan banjir, longsor, dan tanah labil. Selain itu, KAI juga menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di sejumlah stasiun strategis seperti Probolinggo, Jember, dan Kalibaru guna mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan operasional.

Dari sisi pengamanan, personel gabungan yang terdiri dari Polsuska, petugas keamanan internal, serta dukungan TNI dan Polri dikerahkan untuk menjaga keamanan perjalanan kereta api. Patroli rutin juga dilakukan di sepanjang jalur rel untuk mencegah gangguan eksternal, termasuk vandalisme dan aktivitas ilegal di sekitar jalur kereta.

Perhatian khusus turut diberikan pada keselamatan di perlintasan sebidang. Selama masa Angkutan Nataru, Daop 9 Jember melakukan sosialisasi keselamatan secara intensif di sejumlah perlintasan rawan kecelakaan, serta menambah petugas penjaga perlintasan.

Menurut Cahyo, keberhasilan menjaga ketepatan waktu dan keselamatan selama masa Angkutan Nataru menjadi bukti komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, andal, dan tepercaya bagi masyarakat.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan mematuhi aturan perkeretaapian, mendahulukan perjalanan kereta di perlintasan sebidang, serta tidak beraktivitas di jalur rel.

“Terpenting, jangan beraktivitas di jalur rel kereta api karena sangat membahayakan keselamatan,” pungkasnya.(sus)

No More Posts Available.

No more pages to load.