IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru, Ditutup Menguat 0,84 Persen

oleh -795 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan rekor tertinggi baru pada penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 0,84 persen atau naik 74 poin ke level 8.933,60.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak konsisten di zona hijau. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 8.940 dan terendah di 8.839.

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyampaikan bahwa penguatan IHSG ditopang oleh sentimen positif dari kebijakan pemerintah yang memperpanjang insentif keringanan pajak penghasilan hingga tahun 2026.

“Kenaikan IHSG ditopang oleh sentimen pasar yang terdongkrak setelah pemerintah memperpanjang insentif keringanan pajak penghasilan hingga 2026, khususnya bagi pekerja di sektor padat karya. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli dan stabilitas lapangan kerja,” ujar Tim Analis Pilarmas, Selasa (6/1/2026).

Pada perdagangan hari ini, tercatat 428 saham menguat, 256 saham melemah, dan 127 saham stagnan. Sektor transportasi dan logistik mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 6,56 persen, sementara sektor finansial menjadi yang tertekan paling dalam dengan penurunan 0,87 persen.

Indeks saham unggulan LQ45 juga ditutup menguat. Sejumlah saham yang mendominasi penguatan di antaranya AMMN, NCKL, ADMR, MDKA, dan INKP.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi saham mencapai 67,93 miliar lembar dengan frekuensi 4,3 juta kali transaksi. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp34,12 triliun, sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp16.336 triliun.

Sementara itu, mayoritas bursa saham di kawasan Asia juga ditutup menguat. Menurut Tim Pilarmas, optimisme pelaku pasar di Asia didorong oleh harapan terhadap pemulihan ekonomi Tiongkok.

“Pelaku pasar di Asia terlihat optimistis terhadap pemulihan ekonomi Tiongkok,” kata Tim Pilarmas.

Optimisme tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah Tiongkok serta derasnya likuiditas yang dikucurkan Beijing, termasuk langkah-langkah untuk menstabilkan sektor properti yang masih berada dalam tekanan.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.