Situbondo Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

oleh -964 Dilihat

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo

 

KILASJATIM.COM, Situbondo – Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang direncanakan digelar pada pertengahan tahun 2026. Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Bupati yang akrab disapa Rio itu menegaskan pemerintah daerah siap mendukung penuh pelaksanaan pemusyawaratan tertinggi NU yang digelar setiap lima tahun sekali tersebut.

“Muktamar NU terakhir digelar pada 23–25 Desember 2021 di Lampung. Tahun ini kami siap menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35,” ujar Bupati Rio saat mengikuti kegiatan Napak Tilas Isyarah Pendirian Jam’iyyah Nahdlatul Ulama di Bangkalan, Minggu (4/1/2026).

Muktamar NU merupakan forum tertinggi organisasi yang bertujuan mengevaluasi kinerja pengurus, menyusun program kerja, serta memilih Rais ‘Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru.

Bupati Rio mengingatkan bahwa Situbondo memiliki rekam jejak historis yang kuat dengan NU. Pada tahun 1984, Kabupaten Situbondo pernah menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-27 yang melahirkan sejumlah keputusan penting bagi perjalanan organisasi.

“Muktamar NU ke-27 pada 1984 dilaksanakan di Situbondo. Artinya, Situbondo pernah menjadi bagian dari dinamika besar NU. Semoga ke depan kembali dipercaya menjadi tuan rumah,” tuturnya.

Ia juga menegaskan hubungan erat Situbondo dengan NU tidak terlepas dari peran KHR As’ad Syamsul Arifin, salah satu tokoh penting dalam pendirian Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

“Pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan seluruh elemen NU, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya apabila Muktamar NU berikutnya digelar di Situbondo,” tegasnya.

Selain kesiapan infrastruktur dan dukungan lintas sektor, Bupati Rio juga menjamin aspek keamanan selama pelaksanaan Muktamar NU 2026. Menurutnya, situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Situbondo selama ini relatif aman dan kondusif.

Baca Juga :  Berlibur Sekaligus Wisata Edukasi di Kampung Kerapu Situbondo

“Bahkan, para kiai di Situbondo berinisiatif agar konsumsi peserta Muktamar NU ditanggung oleh pondok-pondok pesantren,” ungkapnya.

Bupati Rio menambahkan, momentum Napak Tilas Isyarah Pendirian Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dapat menjadi ruang rekonsiliasi sekaligus penguatan persaudaraan di internal NU.

“Semoga seluruh tokoh NU kembali ke khittah dan menjaga NU sebagai rumah besar umat Islam Ahlussunnah wal Jama’ah,” pungkas Bupati Rio, yang pernah menjadi anggota Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jakarta periode 2021–2023.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.