Menhan Venezuela Klaim Mayoritas Paspampres Tewas Saat Lindungi Maduro dari Tentara AS

oleh -957 Dilihat
Menteri Pertahanan (Menhan) Venezuela, Vladimir Padrino (kanan) (Foto: Anadolu)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, mengklaim mayoritas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Venezuela tewas saat melindungi Presiden Nicolas Maduro dari serangan tentara Amerika Serikat (AS). Insiden tersebut disebut terjadi pada Sabtu (3/1/2026).

Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi nasional pada Minggu (4/1/2026), Padrino menuding militer AS telah melakukan pembunuhan secara brutal terhadap pasukan pengawal presiden, prajurit Venezuela, serta warga sipil.

“Militer Amerika Serikat secara kejam membunuh Paspampres Presiden Nicolas Maduro,” ujar Padrino dalam pidatonya. Ia menambahkan, korban juga berasal dari kalangan prajurit dan masyarakat sipil yang tidak bersalah.

Meski demikian, Padrino tidak merinci jumlah pasti korban jiwa dalam insiden tersebut. Ia menyebut pemerintah masih melakukan pendataan terkait total korban luka maupun korban meninggal dunia.

“Kami masih mengumpulkan data lengkap mengenai jumlah korban,” katanya.

Dalam pernyataannya, Padrino kembali menegaskan bahwa Nicolas Maduro merupakan pemimpin yang sah dan berdaulat di Venezuela. Ia menolak kehadiran pasukan asing di wilayah negaranya.

“Venezuela yang merdeka, independen, dan berdaulat menolak dengan segenap kekuatan sejarahnya kehadiran pasukan asing,” ucap Padrino.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa militer AS telah menangkap Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Trump juga menyatakan Washington akan mengendalikan Venezuela untuk sementara waktu, termasuk dengan mengerahkan pasukan militer jika diperlukan.

Sebelumnya, Trump menuding Maduro terlibat dalam jaringan pengiriman narkotika ke Amerika Serikat. Ia juga menuduh Maduro mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.

Maduro yang kini disebut ditahan di New York dengan tuduhan sebagai bandar narkotika, membantah seluruh tuduhan tersebut. Sejumlah pejabat pemerintah di Caracas juga menyerukan pembebasan Maduro.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Pastikan Perbaikan Jalan Pacet–Cangar Hampir Selesai 100 Persen

Dalam pidatonya, Padrino secara tegas menuntut pembebasan Maduro dan istrinya secepatnya. Ia juga meminta komunitas internasional memberikan perhatian serius terhadap situasi yang tengah terjadi di Venezuela.

“Kami meminta perhatian dunia terhadap kedaulatan dan Konstitusi kami,” tegas Padrino.

Sementara itu, Mahkamah Agung Venezuela telah menginstruksikan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk menjabat sebagai presiden sementara. Padrino memastikan angkatan bersenjata Venezuela memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Rodriguez.

Ia juga menegaskan dukungan militer terhadap dekrit status darurat eksternal yang diberlakukan di seluruh wilayah nasional. Menurut Padrino, angkatan bersenjata Venezuela akan terus mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam negeri.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.