Kristo Immanuel Debut Sutradara Film Panjang Lewat ‘Tinggal Meninggal’

oleh -1098 Dilihat
Seluruh pemeran utama dalam poster resmi film Indonesia ‘Tinggal Meninggal’ (Foto: omara.esteghlal)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Kristo Immanuel resmi menandai debutnya sebagai sutradara film panjang melalui karya berjudul Tinggal Meninggal. Film produksi Imajinari Pictures ini mengusung genre dark comedy dengan cerita yang menyoroti dinamika relasi sosial dan empati dalam kehidupan modern.

Film Tinggal Meninggal berpusat pada sosok Gema, seorang pegawai kantoran pendiam yang kerap merasa tidak dianggap oleh lingkungan sekitarnya. Kehidupan Gema mulai berubah setelah sang ayah meninggal dunia, peristiwa yang justru memunculkan empati mendadak dari rekan-rekan kerjanya.

Perhatian yang diterima tersebut membuat Gema merasa dihargai dan diakui untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Namun, simpati itu perlahan memudar seiring berjalannya waktu, memicu kegelisahan dan ketakutan dalam diri Gema akan kembali diabaikan oleh lingkungannya.

Dalam kondisi tertekan, Gema kemudian mulai menyusun serangkaian kebohongan demi mempertahankan perhatian dari lingkungan kantor. Keputusan tersebut justru menyeretnya ke dalam berbagai situasi absurd yang kian rumit dan sulit dikendalikan.

Tokoh Gema diperankan oleh Omara Esteghlal yang tampil meyakinkan dengan karakter penuh kecanggungan sekaligus konflik batin yang mendalam. Penampilannya menjadi penggerak utama cerita, terutama dalam menggambarkan rasa kesepian dan kegelisahan psikologis tokoh utama.

Film ini juga diperkuat oleh deretan pemeran pendukung, di antaranya Nirina Zubir, Mawar de Jongh, Muhadkly Acho, dan Ardit Erwandha. Kehadiran mereka menghadirkan dinamika sosial yang turut memengaruhi perubahan sikap serta keputusan-keputusan Gema sepanjang cerita.

Selain bertindak sebagai sutradara, Kristo Immanuel juga menulis naskah film ini bersama Jessica Tjiu. Dengan pendekatan humor gelap yang reflektif, Tinggal Meninggal menyajikan satire tentang perhatian sosial, empati semu, serta tekanan eksistensi yang kerap muncul dalam kehidupan masyarakat modern.(kar)

No More Posts Available.

No more pages to load.