KILASJATIM.COM, Kediri – Memasuki hari pertama tahun 2026, harga komoditas cabai di Kabupaten Kediri terpantau relatif stabil. Kondisi tersebut berdasarkan rilis harga aneka cabai di Pasar Induk Pare yang dikeluarkan Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Kamis (1/1/2026).
Untuk Cabai Merah Besar (CMB), varietas Gada EVO dijual dengan harga Rp14.000 per kilogram, varietas Imola Rp13.000 per kilogram, serta varietas Sandi 08 Rp12.000 per kilogram. Sementara itu, Cabai Merah Keriting (CMK) varietas Boos Tavi dibanderol Rp18.000 per kilogram dan varietas Sibad Rp17.000 per kilogram.
Adapun Cabai Rawit Merah (CRM) menunjukkan variasi harga. Varietas Brengos 99 dijual Rp36.000 per kilogram, Asmoro 043 Rp35.000 per kilogram, varietas lokal Kediri Rp30.000 per kilogram, Prentol atau Tumi 99 Rp25.000 per kilogram, serta Juwita 25 F1 Rp27.000 per kilogram.
Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, mengatakan pada hari ini terjadi penurunan harga cabai rawit merah meski pasokan berkurang. Sementara harga cabai merah keriting mengalami sedikit kenaikan akibat pasokan yang menurun, sedangkan harga cabai merah besar masih bertahan stabil.
“Hari ini harga cabai rawit merah turun, meskipun pasokan berkurang. Harga cabai merah keriting sedikit naik karena pasokan berkurang, sedangkan cabai merah besar masih tetap, walaupun pasokan menurun dan penyerapan ke industri sedang libur,” ujar Suyono.
Suyono menambahkan, pengiriman komoditas cabai dari Pasar Induk Pare ke wilayah Jabodetabek pada hari ini meliputi cabai merah besar sebanyak 7 ton, cabai merah keriting 1 ton, dan cabai rawit 5 ton.
Sementara itu, pasokan cabai yang masuk ke Pasar Induk Pare berasal dari wilayah Kediri dengan rincian cabai merah besar sebanyak 10 ton, cabai merah keriting 1,6 ton, serta cabai rawit merah dari lokal Kediri mencapai 17 ton.(put)




