Gunung Semeru Kembali Erupsi, Status Siaga dan Kondisi Masih Terkendali

oleh -647 Dilihat

KILASJATIM.COM, Lumajang – Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi, Jumat (26/12/2025). Meski demikian, petugas menyatakan kondisi masih dalam batas aman dan terus dilakukan pemantauan secara intensif.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melalui Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur mencatat aktivitas erupsi selama periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB.

Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (MDPL) terpantau dengan kondisi cuaca berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah timur laut dan timur, dengan suhu udara berkisar antara 23 hingga 26 derajat Celsius.

Secara visual, gunung tertutup kabut dengan intensitas 0 hingga II dan 0 hingga III. Asap kawah tidak teramati, namun tercatat dua kali letusan dengan tinggi kolom abu berkisar 500 hingga 900 meter. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam tebal dan condong ke arah timur laut.

Dari sisi kegempaan, PVMBG mencatat sebanyak 26 gempa letusan dengan amplitudo 11 hingga 22 milimeter dan durasi 63 hingga 108 detik. Selain itu, terdeteksi dua kali gempa guguran dengan amplitudo 1 hingga 2 milimeter dan durasi 38 hingga 40 detik.

Aktivitas kegempaan lainnya meliputi sembilan kali gempa hembusan dengan amplitudo 2 hingga 7 milimeter dan durasi 35 hingga 62 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 30 milimeter, selisih waktu S-P 13 detik, dan durasi 48 detik.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyampaikan bahwa status Gunung Semeru hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Baca Juga :  PGN Genjot Sosialisasi Jargas di Lumajang, Pastikan Nikmati Gas Bumi Praktis dan Aman

“Iya benar terjadi erupsi, namun kondisi masih aman dan petugas terus melakukan pemantauan,” ujarnya.

BPBD mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar.(ded)

No More Posts Available.

No more pages to load.