Bupati Sidoarjo Serahkan Kursi Roda untuk Anak Disabilitas di Prambon

oleh -783 Dilihat

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Isak haru pecah di sebuah kamar rumah sederhana di Desa Watutulis, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Lina Listiana Ariani (32), ibu dua anak, tampak menunduk sambil memegang kursi roda baru yang baru saja diserahkan langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi.

Kursi roda tersebut bukan untuk Lina, melainkan untuk putri sulungnya, Naysha Aulia Farzana (8), yang lahir dengan kondisi Down syndrome dan selama ini lebih banyak terbaring di kamar karena keterbatasan mobilitas. Kedatangan Bupati Sidoarjo ke rumah Lina dilakukan tanpa seremoni protokoler.

Subandi datang dengan mengetuk pintu rumah, menyalami keluarga, lalu menuju kamar Naysha sambil mendorong kursi roda yang telah dirakit. Ia juga menyempatkan diri memberikan dukungan moral kepada keluarga agar tetap tegar menghadapi ujian kehidupan.

“Semoga ananda Naysha diberikan kesehatan. Keluarga juga diberi kekuatan dan kesabaran. Semua cobaan pasti bisa dilalui, yang penting tetap bersyukur,” ujar Subandi.

Menurut Subandi, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus hadir bagi warga yang membutuhkan, terutama keluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Ia berharap kursi roda tersebut dapat memberi pengalaman baru bagi Naysha untuk melihat dunia di luar kamar.

“Minimal, dengan kursi roda ini Naysha bisa keluar rumah, menghirup udara segar. Anak seusianya seharusnya bisa melihat dunia, bukan hanya langit kamar,” ucapnya.

Tak hanya menyerahkan kursi roda, Subandi juga memastikan keluarga Lina mendapatkan pendampingan sosial secara berkelanjutan. Ia menjelaskan sejumlah bantuan yang telah dan akan diterima keluarga tersebut.

“Kepesertaan BPJS Kesehatan sudah aktif, Dinas Sosial akan terus mendampingi, dan akan ada bantuan tambahan sebesar Rp600 ribu per bulan dari Baznas,” katanya di hadapan keluarga.

Baca Juga :  PGN Surabaya Upayakan Ada Kebijakan Angsuran Untuk Pembayaran Tagihan Desember 

Bantuan tersebut, menurut Subandi, merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial agar keluarga dengan anak berkebutuhan khusus tidak harus berjuang sendirian.

Lina yang semula berdiri di ambang pintu kamar, kemudian duduk mendampingi bupati sambil mengelus kepala anaknya. Dengan suara lirih dan bahasa Jawa halus yang bercampur haru, ia menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Alhamdulillah… nek diparingi kados niki, saget didamel aktivitas, saget medal sekedik saking kamar,” tuturnya, yang berarti kursi roda tersebut memungkinkan Naysha beraktivitas dan keluar kamar meski sebentar.

Keluarga menyebut kursi roda itu akan digunakan untuk membawa Naysha keluar rumah pada pagi hari, sesuatu yang sebelumnya jarang bisa dilakukan karena keterbatasan alat bantu.

Sebelum berpamitan, Bupati Subandi menunduk, menatap Naysha, lalu menyampaikan pesan penuh empati.

“Pak bupati titip doanya. Naysha harus lihat matahari, bukan hanya lampu kamar. Kita akan terus dampingi,” ucapnya.

Lina hanya mengangguk. Di sisi tempat tidur Naysha, kursi roda itu kini berdiri sebagai simbol baru—bukan sekadar alat bantu, melainkan sarana untuk menjemput harapan dan membuka jendela dunia bagi seorang anak.(TAM)

No More Posts Available.

No more pages to load.