Pameran Seni Rupa “Lemere Roso” Meriahkan Harjaba Banyuwangi ke-254

oleh -736 Dilihat
Bupati Ipuk melihat lukisan pada pameran Seni di Gedung juang banyuwangi

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254 diwarnai beragam kegiatan seni dan budaya. Salah satunya pameran seni rupa bertajuk “Lemere Roso” yang digelar di Gedung Juang Banyuwangi selama sepekan, mulai 22 hingga 28 Desember 2025.

Pameran tersebut menampilkan ratusan karya lukisan dari perupa Banyuwangi dan berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini merupakan persembahan Forum Seni Rupa Banyuwangi yang berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Blambangan (DKB) sebagai bagian dari rangkaian perayaan Harjaba ke-254.

Sebanyak 156 seniman terlibat dalam pameran ini. Mereka berasal dari berbagai daerah, antara lain Bali, Jakarta, Solo, Yogyakarta, Kalimantan, Surabaya, Manado, Mojokerto, Pasuruan, serta sejumlah wilayah lainnya di Indonesia.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pameran seni rupa ini menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang silaturahmi bagi para perupa lintas daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan bagi seniman lukis Banyuwangi agar terus berkarya dan berkembang.

“Pameran ini mengakomodir 156 pelukis dari Banyuwangi dan luar daerah. Terima kasih kepada seluruh seniman yang telah turut andil dan berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Ipuk saat mengunjungi pameran, Senin malam (22/12/2025).

Saat berkeliling pameran, Ipuk menyempatkan diri melihat lukisan bergambar dirinya yang dibuat oleh perupa Muhamed Harahap. Seniman asal Medan yang kini menetap di Banyuwangi itu dikenal aktif mengikuti berbagai pameran seni di sejumlah negara.

Lukisan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan lima anak yatim. Pada bagian atas kanvas, anak-anak tersebut menuliskan ayat-ayat Al-Qur’an, yakni Surah An-Nas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas, yang menjadi elemen utama karya.

Di sudut lain, Ipuk juga berhenti di hadapan lukisan karya Nur Inamah (15), pelajar asal Purwoharjo, Banyuwangi. Remaja tersebut menampilkan karya bertema “Senandung Bumi” yang memadukan ikon wisata Pulau Merah, simbol gajah sebagai kekuatan daerah, serta ragam budaya Banyuwangi seperti Seblang dan Gandrung.

Baca Juga :  Indonesia Tuan Rumah ASEAN U17 Boys Championship 2026, Tiket Mulai Rp20 Ribu

“Pameran ini juga memfasilitasi karya dari anak-anak Banyuwangi. Mudah-mudahan bisa memotivasi mereka untuk terus belajar dan mencintai seni lukis,” ungkap Ipuk.

Sementara itu, Ketua Panitia Seni Rupa Banyuwangi N. Kojin mengatakan, selama sepekan pelaksanaan pameran, berbagai agenda seni turut digelar untuk melengkapi kegiatan tersebut. Selain pameran lukisan, agenda juga diisi pembacaan puisi, dunia bercerita, aktivitas menggambar, hingga kisah seni.

Rangkaian kegiatan ini terbuka untuk umum, termasuk pelajar, sebagai upaya menumbuhkan apresiasi sekaligus edukasi seni sejak dini. Pameran ini dirancang sebagai ruang belajar dan interaksi antara seniman dan masyarakat.

“Kami juga menerbitkan buku katalog dan e-katalog dari karya seni yang ditampilkan sebagai artefak yang kami persembahkan untuk Banyuwangi,” ujar Kojin.(zul)