IHSG Ditutup Melemah 0,71 Persen Jelang Libur Natal

oleh -938 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data RTI Business, IHSG turun 0,71 persen atau 61 poin ke level 8.584,78, Selasa (23/12/2025).

Sepanjang perdagangan, tekanan jual mendominasi pergerakan saham. Tercatat sebanyak 373 saham mengalami penurunan harga, 275 saham menguat, dan 157 saham bergerak stagnan.

Dari sisi sektoral, saham sektor industrial mencatat penguatan paling kuat dengan kenaikan 2,58 persen. Sebaliknya, sektor properti dan real estate menjadi yang tertekan paling dalam dengan pelemahan 1,24 persen.

Tim Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipicu oleh sikap hati-hati pelaku pasar menjelang libur Natal, yang membuat pekan perdagangan menjadi lebih singkat.

“IHSG melemah karena para pelaku pasar cenderung berhati-hati seiring pekan perdagangan yang lebih singkat menjelang libur Natal. Pasar saham akan tutup pada hari Kamis dan Jumat,” ujar Tim Pilarmas, Selasa (23/12/2025).

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati pengumuman upah minimum di sejumlah provinsi, di tengah munculnya penolakan dari berbagai serikat pekerja maupun kalangan pengusaha terhadap formula upah tahun 2026 yang diusulkan pemerintah.

“Pengusaha dan serikat pekerja beralasan minimnya konsultasi dalam penentuan formula upah tersebut. Selain itu, formula yang ditetapkan dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini,” kata Tim Pilarmas.

Sejalan dengan IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga ditutup melemah. Sejumlah saham yang memberikan tekanan terbesar antara lain DSSA, BRPT, BUMI, UNVR, dan SCMA.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat sebanyak 41,87 miliar lembar saham dengan frekuensi 2,76 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan mencapai Rp25,61 triliun, sementara kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp15.717,94 triliun.

Baca Juga :  Sah! Nginden Jangkungan  Surabaya Resmi Jadi Kampung Saham 

Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia mayoritas ditutup menguat. Penguatan tersebut didorong oleh kenaikan kontrak berjangka saham di Amerika Serikat.

Di sisi lain, sektor teknologi global mulai menunjukkan pemulihan setelah periode volatilitas. Hal ini tercermin dari kembali menguatnya optimisme investor terhadap saham-saham berbasis kecerdasan buatan.

“Selain itu, pasar juga berharap adanya pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed, di tengah minimnya katalis besar yang dapat menggerakkan pasar. Pelaku pasar turut mencermati pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok dengan harapan adanya tambahan stimulus dari pemerintah,” ujar Tim Analis Pilarmas menutup analisisnya.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.