Aplikasi Si – Boyo Resmi Diluncurkan, Dukung Bisnis KKMP Sekaligus Memperkuat Ekonomi Kerakyatan

oleh -403 Dilihat

Dari Kiri ke kanan:  Imam Sonhaji staff Ahli, Febrina Kusumawati Kadis Dinkopumdag, Nur Wahyudi, Ketua KKMP Jajar Tunggal,  Ramzy Hafizh , Direktur Utama GIFTLine,  secara resmi Luncurkan aplikasi Si-Boyo (ist/dok)

KILASJATIM.COM, Surabaya — Walikota Surabaya Eri Cahyadi diwakilkan Imam Sonhaji Staf Ahli bersama Febrina Kusumawati, Kadis Dinkopumdag Kota Surabaya Minggu (11/12/2025) secara resmi meluncurkan aplikasi Si-Boyo, platform marketplace dan layanan digital untuk mendukung Bisnis Koperasi Merah Putih dan seluruh UMKM Kota Surabaya.

Peresmian aplikasi Si -Boyo ini digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Tunjungan, tujuannya mengakomodir dan menaungi sekitar 256.680 UMKM Mikro dan Kecil yang berjualan dan mempromosikan dagangannya secara online sekaligus menandai langkah strategis Koperasi Kelurahan Merah Putih Surabaya dalam memasuki era ekonomi digital.

Dalam sambutannya, Imam Sonhaji mewakili Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya menyampaikan apresiasi atas inisiatif KKMP yang mampu menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

Dikatakan, Koperasi kelurahan harus menjadi garda terdepan dan memastikan digitalisasi ekonomi dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat umum, khususnya pedagang UMKM Kecil dan Mikro.

“Si-Boyo adalah contoh nyata bagaimana koperasi bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai gotong royong. Ini bukan hanya aplikasi, tetapi alat pemerataan ekonomi hingga tingkat kelurahan,” ujar Wali Kota Surabaya.

Nur Wahyudi, Perwakilan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Jajar Tunggal Surabaya menjelaskan bahwa kehadiran Si-Boyo bertujuan memperkuat peran koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi warga di tingkat kelurahan. Selain menjadi sarana transaksi dengan peran masyarakat Kota Surabaya, aplikasi ini juga mampu membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan kerja, khususnya bagi
mitra admin Koperasi Kelurahan serta mitra kurir lokal.

Baca Juga :  Bank Indonesia Kolaborasi Wujudkan Madura Digicreative Fest 2024, Sinergi Keuangan Digital

“Melalui aplikasi Si-Boyo, koperasi hadir lebih dekat dengan masyarakat. Pedagang lokal bisa naik kelas, warga mendapatkan harga yang adil, dan ekonomi kelurahan dapat berputar lebih sehat,” ujar Nur Wahyudi.

Seremoni peluncuran aplikasi Si-Boyo, bersama (dari kiri ke kanan) Ramzy Hafizh, Dirut GIFTLine, Febrina Kusumawati , Kadis Dinkopumdag,   Imam Sonhaji [Staff Ahli Pemerintah Kota Surabaya], Ririn Dwi Setyoningsih , Direktur Operasional Bank Suroboyo], dan  Rudy Hartanto, Partner Investor Si-Boyo, Minggu (21/12/²025) di CFD Tunjungan, (ist/dok)

Sementara itu Rudy Hartanto, Partner Investor Si-Boyo menyampaikan, Ekosistem aplikasi Si-Boyo dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat metropolitan
yang membutuhkan makanan murah, layanan ojek online murah dan berbagai kebutuhan harian serta layanan pesan antar, menghubungkan pedagang, UMKM, kurir lokal, dan konsumen dalam satu ekosistem digital yang dikelola secara adil dan transparan oleh admin masing-masing koperasi.

Ramzy Hafizh , CEO GIFTLine, perusahaan yang membangun aplikasi ini menjelaskan, melalui satu aplikasi, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan kebutuhan sehari-hari, mulai dari kuliner, fashion, farmasi, grosir, toko kelontong, pasar segar, hingga layanan transportasi serta Ride Hailing (ojek online).

Peluncuran aplikasi Si-Boyo yang digelar di CFD Tunjungan ini menarik perhatian masyarakat yang tengah berolahraga dan beraktivitas pagi. Acara launching dimeriahkan dengan demo penggunaan aplikasi, sosialisasi peran koperasi kelurahan, serta pendaftaran langsung bagi pedagang, UMKM, dan mitra kurir dari berbagai wilayah di Surabaya.

Seiring dengan diluncurkannya aplikasi Si-Boyo, Koperasi Kelurahan Merah Putih Surabaya berharap masyarakat semakin bangga menggunakan layanan berbasis koperasi dan produk lokal. Ke depan, aplikasi Si-Boyo diharapkan menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi kerakyatan dan digitalisasi UMKM di Kota Surabaya.

“Dengan sistem pengelolaan berbasis koperasi, Si-Boyo hadir dengan harga terjangkau dan tidak memberatkan pedagang karena tanpa potongan dan tidak
dipungut biaya apapun,” pungkas Ramz. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.