Solidaritas Surabaya untuk Sumatra Tak Surut Meski Posko Ditutup

oleh -765 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kepedulian warga Kota Surabaya terhadap korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus mengalir. Meski Posko Peduli Bencana Sumatra di Balai Kota Surabaya resmi ditutup pada Kamis malam (18/12), bantuan dari kalangan pengusaha, yayasan, dan komunitas masih berdatangan hingga Jumat (19/12).

Sejumlah pengusaha dan pimpinan yayasan menyerahkan bantuan secara langsung kepada Pemerintah Kota Surabaya. Mereka antara lain Direktur Utama PT Susanti Megah Hermawan Santoso, Direktur PT Ciputra Development Tbk sekaligus Senior Director Ciputra Group Sutoto Yakobus, perwakilan Yayasan Bhakti Sudijanto Atmojo, Ketua Yayasan Adijasa Pek Sugiharto, Ketua Yayasan Boen Bio Michael Agusta, perwakilan Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT) Jawa Timur Hadi Gunawan, Ketua Yayasan Cheng Ho H. Nurawi, serta Ketua Yayasan Surabaya Peduli Bangsa David.

Bantuan yang disalurkan berupa logistik dan dana tunai, mulai dari beras, karpet, sarung, pembalut wanita, hingga uang tunai. Total nilai bantuan dari kelompok ini mencapai Rp1.437.128.000. Selain itu, Komunitas Ling Tien Kung Bandung Raya turut menyumbang dana tunai sebesar Rp262.128.000.

Dukungan juga datang dari sektor swasta. Perusahaan kopi Kapal Api menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,5 miliar untuk membantu korban bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra.

Seluruh bantuan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya. Eri memastikan, meski posko resmi telah ditutup, Pemkot Surabaya tetap memfasilitasi penerimaan bantuan hingga tahap akhir sebelum dikirim ke daerah terdampak.

“Walaupun posko sudah kami tutup Kamis malam, bantuan masih terus berdatangan. Hari Jumat menjadi tahap akhir penerimaan, setelah itu segera kami kirimkan ke Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara,” ujar Eri, Sabtu (20/12/2025).

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Pacitan

Ia menegaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi langsung dengan pemerintah daerah setempat agar tepat sasaran. Dana bantuan akan ditransfer ke rekening masing-masing pemerintah daerah paling lambat Senin (22/12/2025).

“Pemda setempat lebih memahami kebutuhan di lapangan. Kami juga berkomunikasi langsung dengan wali kota dan pemerintah daerah di sana untuk memastikan penyaluran berjalan lancar,” jelasnya.

Berdasarkan data Pemkot Surabaya hingga Jumat (19/12/2025), total bantuan yang berhasil dihimpun mencapai Rp8.953.185.818.

Jumlah tersebut terdiri atas bantuan logistik senilai Rp1.253.843.712 yang sebagian telah dikirim dan sebagian masih tersimpan di Gudang Hitec, serta dana tunai siap transfer sebesar Rp4.500.086.106.

Total ini juga mencakup donasi dari pengusaha dan yayasan Surabaya, Komunitas Ling Tien Kung Bandung Raya, serta perusahaan kopi Kapal Api.

Eri menegaskan, seluruh bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas warga Surabaya. “Ini bukan bantuan dari wali kota atau Pemkot Surabaya, tetapi murni dari warga, pengusaha, dan yayasan. Tugas kami memastikan bantuan sampai kepada saudara-saudara kita yang terdampak,” tegasnya.

Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto menambahkan, donasi berasal dari dua jalur utama, yakni donasi tunai melalui rekening Bangga Surabaya Peduli (BSP) dan Baznas Kota Surabaya, serta bantuan logistik.

Total logistik yang diterima mencapai 16.102,6 kilogram, terdiri atas kebutuhan pokok dan kebutuhan darurat seperti beras, mie instan, minyak goreng, gula, susu, perlengkapan balita, obat-obatan, hingga paket sembako siap distribusi.

“Seluruh data logistik telah melalui pendataan dan stok opname terakhir pada Kamis malam,” pungkas Irvan. (cit) 

No More Posts Available.

No more pages to load.