Unusa Peduli Aceh, Tim Medis Fokus pada Kelompok Rentan

oleh -275 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melalui program Unusa Peduli bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) turun langsung ke lokasi bencana di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh. Misi kemanusiaan ini difokuskan pada pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan, yakni lansia, balita, serta ibu hamil dan menyusui.

Tim Unusa yang dipimpin Ketua LPPM Unusa, Achmad Syafiuddin, mengerahkan relawan multidisiplin yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, ahli gizi, ahli sanitasi, serta mahasiswa koas kedokteran. Beragam layanan diberikan secara langsung di lokasi pengungsian, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan kehamilan, pemeriksaan tumbuh kembang balita, hingga edukasi kesehatan dasar.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN.Eng., menegaskan bahwa keterlibatan Unusa merupakan bentuk nyata tanggung jawab sosial perguruan tinggi, khususnya dalam situasi darurat kebencanaan. “Dalam kondisi bencana, kelompok lansia, balita, dan ibu hamil adalah pihak yang paling rentan. Kehadiran Unusa bersama Kementerian di Aceh merupakan komitmen kami untuk memastikan mereka tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan bermartabat,” papar Prof. Triyogi.

Ia menambahkan, keterlibatan tenaga medis dan mahasiswa koas juga menjadi bagian dari pembelajaran berbasis empati dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pengalaman di lokasi bencana akan membentuk kepekaan sosial dan profesionalisme calon tenaga kesehatan. “Bagi mahasiswa, khususnya koas kedokteran, ini bukan sekadar praktik lapangan, tetapi pengalaman kemanusiaan yang sangat berharga. Tim Unusa akan mendampingi masyarakat terdampak selama satu minggu,” tambahnya.

Prof. Triyogi juga menekankan bahwa bantuan yang diberikan mungkin tidak besar secara materi, namun memiliki nilai solidaritas dan kepedulian yang mendalam bagi masyarakat terdampak. “Apa yang kami lakukan ini mungkin sederhana, tetapi inilah wujud empati kami untuk ikut merasakan kesedihan saudara-saudara di Aceh. Semoga kehadiran Unusa bisa sedikit meringankan beban dan memberi penguatan moral,” lanjut Prof. Triyogi.

Baca Juga :  Unitomo Surabaya Kukuhkan Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Keuangan

Kegiatan Unusa Peduli di Aceh dilaksanakan melalui koordinasi intensif dengan Kemendikti Saintek serta para pemangku kepentingan setempat guna memastikan layanan kesehatan berjalan efektif, aman, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Achmad Syafiuddin menambahkan, selain layanan kesehatan, tim juga membawa bantuan natura yang bersumber dari dukungan kementerian dan sejumlah tokoh masyarakat. “Alhamdulillah, kami juga membawa bantuan tambahan berupa kebutuhan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia yang diamanatkan kepada kami untuk disalurkan langsung kepada masyarakat di lokasi bencana,” katanya.

Melalui Unusa Peduli, Unusa menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir secara nyata dalam situasi krisis dengan menjunjung tinggi nilai empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial.(tok)