Surabaya Targetkan Nol Kasus Stunting Baru pada 2027

oleh -493 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya memperkuat langkah percepatan penurunan stunting dengan menargetkan tidak ada kasus baru pada 2027.

Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan satu pihak saja.

“Pemkot tidak mungkin bekerja sendiri. Kolaborasi seluruh perangkat daerah, akademisi, camat, lurah, penyuluh, dan PKK sangat penting,” ujar Anna dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu (6/12/2025).

Ia menjelaskan, target nol kasus baru pada 2027 bukan berarti seluruh kasus lama langsung hilang, melainkan memastikan tidak ada tambahan kasus baru. “Kalau ada kondisi bawaan dari lima tahun sebelumnya masih perlu intervensi. Tetapi 2027 tidak boleh ada kasus baru lagi,” katanya.

Kepala DP3A-PPKB Surabaya, Ida Widayati, menuturkan bahwa diseminasi AKS bertujuan menyampaikan rekomendasi pakar kepada perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, dan puskesmas agar intervensi semakin tepat sasaran. Menurutnya, ada empat kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus: calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, dan balita.

Salah satu penyebab meningkatnya risiko stunting beberapa tahun terakhir adalah pernikahan usia muda. Pada pemeriksaan kesehatan calon pengantin, kata Ida, masih ditemukan anemia pada calon mempelai perempuan. “Dari hasil itu, kami merekomendasikan agar tidak langsung hamil dan memberikan pendampingan. Ini bagian dari pencegahan,” ujarnya.

Prof. Dr. Tri Sumarmi, menambahkan bahwa sejumlah temuan lapangan perlu segera ditindaklanjuti, terutama terkait TBC pada orang tua dan calon pengantin yang menjadi faktor risiko stunting. Ia menilai hal itu harus dibarengi perbaikan lingkungan dan perilaku hidup bersih (PHBS) untuk memutus rantai penularan.

Selain anemia pada calon pengantin, Prof. Mamik—sapaan Tri Sumarmi—menyoroti temuan lain seperti kasus bayi lahir prematur yang membutuhkan intervensi khusus dari Dinas Kesehatan. Ia juga mengapresiasi capaian Surabaya yang dinilai menunjukkan tren penurunan stunting yang kuat.

Baca Juga :  Romokalisari Adventure Land Dilaunching, Wali Kota Eri Cahyadi: Buktikan Keseruannya di Sini!

“Penurunan stunting di Kota Pahlawan sudah sangat bagus. Tantangannya sekarang adalah menyelesaikan kasus yang ada sambil mencegah munculnya kasus baru,” ujarnya.(cit) 

No More Posts Available.

No more pages to load.