Unusa–Unicef Luncurkan Pedoman KPP Perangi Stunting di Lumajang

oleh -420 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lumajang mendapat penguatan baru dengan diluncurkannya Pedoman Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) oleh Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) bersama UNICEF, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Peluncuran dan diseminasi pedoman dilakukan dalam forum lintas sektor yang menghadirkan OPD, tenaga kesehatan, kepala puskesmas, unsur Kemenag, BPS, TP-PKK, hingga media lokal.

Keterlibatan berbagai pihak ini menegaskan bahwa stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan persoalan strategis yang membutuhkan sinergi luas. Dalam sambutannya, Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar mengingatkan bahaya jangka panjang stunting yang memengaruhi kualitas generasi muda. “Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami hambatan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Ini bukan hanya soal kekurangan gizi, tetapi persoalan masa depan sumber daya manusia kita,” tegasnya.

Indah menyebut penanganan stunting tidak cukup dengan intervensi medis. Ia menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat yang lebih menyeluruh. “Penanganannya tidak bisa dilakukan secara biasa-biasa saja. Pemerintah dan masyarakat harus bergerak bersama. Pedoman ini diharapkan menjadi pegangan bagi tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga media lokal dalam menyampaikan pesan yang lebih efektif,” tambahnya.

Pedoman KPP yang diluncurkan berisi strategi segmentasi sasaran, perumusan pesan inti, pendekatan komunikasi berbasis budaya lokal, serta mekanisme koordinasi antar sektor. Dokumen ini dirancang agar pelaksana program di lapangan memiliki standar komunikasi yang seragam dan tepat sasaran.

Sa’bania, dosen UNUSA sekaligus Person in Charge (PIC) penyusun pedoman, menjelaskan bahwa proses penyusunan dilakukan melalui kolaborasi intensif selama satu tahun bersama UNICEF dan berbagai dinas di Lumajang. “Dokumen ini merupakan bentuk kontribusi UNUSA dan UNICEF dalam memetakan strategi komunikasi lintas sektor, baik kesehatan maupun non-kesehatan. Harapannya, pedoman ini tidak hanya untuk Lumajang, tetapi juga bisa direplikasi oleh daerah lain,” ungkapnya.

Baca Juga :  Peneliti Muda UMSurabaya Melaju ke BRICS Youth Dialogue 2025

Meski Lumajang mencatat sejumlah kemajuan dalam penurunan stunting, berbagai tantangan masih ditemukan, terutama pada perilaku pengasuhan, akses pangan bergizi, dan kebiasaan sanitasi. Pedoman KPP diharapkan dapat memperkuat penyampaian pesan kepada masyarakat agar perubahan perilaku dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

Kolaborasi UNUSA, UNICEF, dan Pemkab Lumajang ini menandai langkah strategis dalam menghadapi isu stunting secara lebih terstruktur. Pendekatan komunikasi yang terpadu diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas kesehatan anak-anak Lumajang sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia di masa mendatang.(tok)