KILASJATIM.COM, Surabaya – Industri maklon kosmetik terus menunjukkan pertumbuhan pesat di Indonesia, dan PT Mash Moshem Indonesia berada di antara perusahaan yang paling agresif memperluas pasar melalui inovasi, kualitas produksi, serta pelayanan yang komprehensif. Mengusung visi “Ada produk Mash Moshem Indonesia di setiap rumah”, perusahaan ini mempertegas posisinya sebagai salah satu pemain utama di sektor maklon kosmetik nasional.
Business Development PT Mash Moshem Indonesia, Adela Juana Tinaka, menjelaskan bahwa maklon kosmetik pada dasarnya merupakan layanan produksi bagi brand yang ingin memiliki produk sendiri tanpa harus memiliki pabrik. Melalui sistem tersebut, klien cukup membawa konsep, sementara seluruh proses mulai dari riset formula, produksi, legalitas, hingga pengemasan akan ditangani oleh perusahaan.
“Kami juga memberikan after-sales berupa edukasi dan pendampingan marketing agar brand bisa fokus membangun penjualan dan komunitas. Sejauh ini kami sudah memproduksi 1882 Brands dan kurang lebih 6580 produk. Sejauh ini Jawa Timur dan juga Jakarta masih mendominasi pasar dari berbagai produk Mash Moshem Indonesia, ” ujarnya di Surabaya Senin(1/12).
Perusahaan ini berdiri dengan latar belakang kebutuhan akan layanan produksi kosmetik yang tidak hanya mengedepankan kualitas, tetapi juga inovasi berkelanjutan. Riset formulasi dilakukan mengikuti perkembangan global dengan prinsip keamanan, efektivitas, dan keberlanjutan.
“Standar produksi yang digunakan pun mengacu pada kualitas internasional, didukung kebijakan mutu yang menekankan efisiensi, kepatuhan regulasi, serta penggunaan sumber daya manusia yang kompeten. Kualitas bagi kami bukan sekadar jargon, tetapi fondasi kepercayaan klien,” tambah Adela.
Dalam proses kerja sama, PT Mash Moshem Indonesia menyusun alur yang terstruktur agar klien dapat mengembangkan brand secara terarah. Tahapan dimulai dari pengembangan konsep produk, riset dan formulasi, pembuatan sampel dan uji stabilitas, pengurusan legalitas, desain kemasan dan branding, hingga proses produksi di fasilitas bersertifikasi CPKB Grade A. Setelah produk selesai pun klien tetap mendapatkan pendampingan berupa pembuatan konten, konsultasi strategi pemasaran, webinar bisnis, hingga edukasi produk.
Keunggulan utama perusahaan ini terletak pada komitmennya menjaga kerahasiaan klien, baik data pribadi, formulasi, desain, konsep brand, hingga strategi pemasaran. Menurut Adela, hal tersebut menjadi prinsip yang dijaga ketat sejak awal berdirinya perusahaan. Selain itu, keberadaan tim lengkap mulai dari R&D, QA/QC, regulatory, hingga brand consultant menjadi pembeda perusahaan yang mampu memberikan keamanan sekaligus kenyamanan bagi klien dalam mengembangkan bisnisnya.

Pertumbuhan industri maklon yang pesat didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap skincare, tren kecantikan yang cepat berubah, serta munculnya banyak brand lokal baru. Pasar e-commerce yang berkembang pesat turut memperluas peluang distribusi produk. Adela menilai kondisi ini membuat maklon semakin relevan bagi UMKM maupun brand besar yang ingin memperluas lini produk. “Masa depan industri maklon sangat cerah, dan peluangnya terbuka luas bagi semua segmen,” katanya.
Meski begitu, tantangan tetap muncul, terutama dari sisi persaingan dan laju inovasi yang sangat cepat. Untuk mengatasinya, PT Mash Moshem Indonesia memperkuat kapasitas riset dan memastikan proses produksi berjalan efisien serta sesuai regulasi. Perusahaan juga secara aktif mengikuti tren global dan mengembangkan bahan baru agar tetap kompetitif.
Dalam memperluas pasar, perusahaan menawarkan dua pendekatan yaitu OEM untuk UMKM dengan opsi formula siap produksi, serta ODM bagi brand yang membutuhkan formulasi eksklusif yang benar-benar berbeda dari pesaing. Strategi ini memungkinkan PT Mash Moshem Indonesia menjangkau pebisnis pemula hingga brand besar yang ingin melakukan scale-up produk.
Dengan ekosistem layanan yang lengkap dari hulu ke hilir, perusahaan ini menegaskan komitmennya untuk terus berperan sebagai mitra strategis brand kosmetik lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan industri maklon di Indonesia.(kar)




