KILASJATIM.COM, Malang – Polres Malang bergerak cepat mengungkap kasus pencurian truk di area Pabrik Gula Kebonagung, Pakisaji. Tiga terduga pelaku berhasil ditangkap di lokasi berbeda setelah rekaman CCTV memerlihatkan aksi mereka.
Kasus ini bermula ketika sebuah truk Mitsubishi berpelat N 9032 EE milik S (41), warga Gondanglegi, hilang dari area bongkar muat pabrik pada Minggu (23/11/2025). Truk yang sebelumnya dititipkan kepada rekan korban untuk mengantre bongkar tebu itu raib ketika korban kembali dua hari kemudian. Upaya pencarian mandiri tidak membuahkan hasil, sehingga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pakisaji.
Rekaman CCTV Ungkap Identitas Pelaku
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan bahwa penyelidikan langsung dilakukan setelah laporan diterima.
“Begitu laporan diterima, Unit Reskrim langsung menyelidiki dan mengambil rekaman CCTV di lokasi. Dari rekaman itu identitas terduga pelaku terungkap,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Dari hasil analisis video, polisi mengidentifikasi AJ (29), warga Wagir, sebagai pelaku utama. Ia ditangkap pada Minggu (30/11/2025) dini hari di SPBU Talok, Turen.
Pengembangan kasus kemudian mengarah pada PA (18), warga Petungsewu, Wagir, yang diduga membantu operasional pencurian. Tidak berhenti di situ, petugas memburu terduga penadah B (46) hingga ke Desa Tempuran, Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Di lokasi ini, polisi menemukan truk milik korban beserta B yang langsung diamankan.
“Motif para pelaku adalah ekonomi. Truk ini rencananya dijual, sehingga kami bergerak cepat sebelum dipindahkan lebih jauh,” jelas Bambang.
Dalam pengungkapan kasus, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV, dokumen kendaraan, serta pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian.
Ketiga terduga pelaku kini dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan serta penadahan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Bambang menambahkan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas.
“Kasus masih kami kembangkan untuk mendalami kemungkinan jaringan yang lebih luas. Yang terpenting, kendaraan korban sudah kami kembalikan,” tegasnya.(tqi)




