Jatim Percepat Transformasi Menuju Industri Hijau dan Biru

oleh -913 Dilihat
oleh
Jawa Timur menegaskan kesiapannya mempercepat transformasi menuju industri hijau. (Foto: FRI/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Jawa Timur menegaskan kesiapannya mempercepat transformasi menuju industri hijau melalui gelaran Festival Industri Hijau 2025 di Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa (2/12/2025). Acara ini menjadi ajang sinergi pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam mendorong industri berkelanjutan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut perubahan menuju industri ramah lingkungan kini menjadi kebutuhan mendesak, seiring meningkatnya tekanan global dan ancaman krisis iklim. Ia mengatakan Jatim terus mendorong program strategis seperti konversi energi fosil ke energi non-fosil, pengembangan teknologi penangkapan karbon, hingga mekanisme perdagangan karbon.

“Kita bergerak bersama melakukan konversi dari fosil ke non-fosil. Banyak program dilakukan untuk menjaga daya dukung alam dan lingkungan,” ujar Khofifah. Ia menambahkan, seluruh aktivitas industri harus terukur sehingga dampaknya terhadap lingkungan dapat dievaluasi dengan jelas.

Namun, Khofifah mengakui tantangan besar masih menghadang. Banyak industri masih menggunakan mesin generasi lama yang boros energi dan menghasilkan emisi tinggi. Karena itu, percepatan adopsi teknologi bersih dinilai penting, namun membutuhkan biaya besar sehingga memerlukan dukungan dan insentif dari pemerintah pusat.

Pada kesempatan yang sama, Forum Industri Hijau Jawa Timur resmi dikukuhkan. Khofifah berharap forum ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dan melahirkan rekomendasi konkret untuk mempercepat industri hijau dan industri biru yang minim limbah.

Kebutuhan UMKM terhadap sertifikasi industri hijau juga menjadi perhatian. Beberapa UMKM disebut telah mencapai progres hingga 70 persen dan membutuhkan percepatan pendampingan, termasuk perajin batik selendang di Sampang.

Di akhir acara, Khofifah menyampaikan keprihatinan atas bencana banjir dan longsor di Sumatera. Pemprov Jatim menyiapkan bantuan logistik yang akan dikirim melalui KRI dari Teluk Bayur untuk mempercepat distribusi ke daerah terdampak.

Baca Juga :  Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp1.908.000 per Gram

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, mengapresiasi langkah Jawa Timur dalam memperkuat agenda industri hijau. Ia menilai Jatim dapat menjadi contoh nasional.

“Kami berharap semakin banyak industri menerapkan prinsip industri hijau. Kementerian Perindustrian siap mendampingi dan menyelesaikan jika ada persoalan pencemaran,” ujarnya.

Festival ini sekaligus menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak transformasi industri berkelanjutan di Indonesia.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.