KILASJATIM.COM, Surabaya – Belasan ribu warga Surabaya memadati kawasan penyelenggaraan Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah dan OsteoRun 5K, Sabtu (29/11/2025). Kegiatan ini menjadi puncak kampanye nasional Anlene bersama Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dalam rangka Hari Osteoporosis Nasional 2025.
Selain mencegah osteopororsis, peserta juga mendapat pemeriksaan kepadatan tulang gratis. Edukasi soal pentingnya menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot sejak usia muda menjadi fokus utama rangkaian acara.

Kampanye ini lahir dari temuan PEROSI setelah melakukan bone scan kepada lebih dari 500.000 orang di 16 kota. Hasilnya mengkhawatirkan: lebih dari 50% peserta berisiko mengalami osteoporosis. Data juga menunjukkan generasi X memiliki risiko dua kali lebih tinggi dibandingkan milenial, dan hampir tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan Gen Z.
Situasi tersebut, menurut PEROSI, menjadi alarm bahwa gaya hidup aktif dan nutrisi seimbang harus dimulai sejak dini.
“Osteoporosis sering disebut silent disease karena hampir tidak bergejala, tapi dapat menyebabkan patah tulang dan menurunkan kualitas hidup,” ujar Ketua Umum PEROSI, Dr. Tirza Z. Tamin usai melepas peserta OsteoRun 5K dan OsteoWalk 10 Ribu Langkah di Parkir Tinur dan Barat Plasa Surabaya.
Ia menegaskan bahwa aktivitas sederhana seperti berjalan kaki dan latihan weight bearing dapat membantu menjaga kepadatan tulang.
Kampanye ini juga menyoroti data di Jakarta, di mana lebih dari 60% peserta pemeriksaan terdeteksi berisiko osteoporosis. Mereka yang jarang berjalan kaki tercatat memiliki risiko 1,4 kali lebih tinggi dibandingkan yang rutin bergerak.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang hadir dalam kegiatan ini mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan ancaman osteoporosis.
“Kegiatan ini bisa menjadi kebiasaan untuk membudayakan hidup aktif dan menyadari bahwa kesehatan tulang adalah investasi jangka panjang, sekaligus mendorong kegiatan publik seperti ini karena turut menggerakkan ekonomi masyarakat, ” kata Emil yang jugabhadir di kegiatan pagi ini.
President Director Fonterra Brands Indonesia, Yauwanan Wigneswaran, menyebut edukasi pencegahan osteoporosis sudah menjadi komitmen Anlene selama dua dekade terakhir. Ia juga merujuk hasil survei internal mereka.
“Mereka yang rutin minum Anlene memiliki risiko osteoporosis dua kali lebih rendah dibandingkan yang tidak,” ujarnya. Yauwanan berharap kampanye ini memperkuat kesadaran generasi muda untuk menjaga kesehatan tulang sejak awal kehidupan.
Dengan temuan risiko yang terus meningkat dan bonus demografi yang sedang berjalan, Anlene dan PEROSI menegaskan bahwa pencegahan dini adalah kunci. Upaya sederhana seperti mencukupi nutrisi, rutin bergerak, dan melakukan pemeriksaan berkala dinilai mampu menurunkan risiko osteoporosis secara signifikan.(cit)




