Dideportasi Malaysia, BP3MI Banten Terima 77 WNI Bermasalah di Soekarno-Hatta

oleh -550 Dilihat

Kepala BP3MI Banten, Budi Novijanto menjawab awak media terlait deportasi WNI berasalah di Malaysia

KILASJATIM.COM, Jakarta – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten menerima kepulangan 77 warga negara Indonesia (WNI) bermasalah yang dideportasi oleh Pemerintah Malaysia. Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno–Hatta setelah dipulangkan karena bekerja secara ilegal. Total deportan itu merupakan bagian dari 151 WNI yang dideportasi dari Kuala Lumpur.

“Kemarin, kami menerima 77 orang yang dideportasi dari Kuala Lumpur, Malaysia. Di mana 77 WNI ini adalah sebagian dari 151 jiwa bermasalah yang dideportasi oleh pemerintah Malaysia,” ujar Kepala BP3MI Banten, Budi Novijanto, Jumat (28/11/2025).

Budi menjelaskan, seluruh WNI tersebut dipulangkan karena bekerja di Malaysia secara unprocedural atau ilegal. Dari jumlah itu, terdapat 39 laki-laki dan 31 perempuan yang kebanyakan bekerja di sektor perkebunan. Sebagian lainnya bekerja sebagai asisten rumah tangga.

“Mereka dideportasi sumbernya dari beberapa depo atau penjara imigrasi di Malaysia. Jadi jumlah deponya memang itu tempatnya banyak,” jelas Budi.

BP3MI mencatat para deportan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Ada pula yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi dan Banten. Untuk wilayah Banten, para deportan merupakan warga asal Kabupaten Serang.

Sebelum kepulangan tersebut, otoritas Imigrasi Malaysia melakukan razia besar-besaran terhadap warga negara asing yang tidak memiliki dokumen lengkap. Operasi tersebut berlangsung di Johor dan menahan 74 orang WNA dari berbagai negara. Dari jumlah itu, sembilan di antaranya merupakan WNI.

Direktur Imigrasi Johor, Datuk Mohd Rusdi Mohd Darus menyebut razia dilakukan di 10 unit hunian Senai pada pukul 00.45 waktu setempat. Sebanyak 40 personel penegak hukum menggerebek tempat tinggal dua lantai setelah melakukan pemantauan selama berminggu-minggu.

Baca Juga :  AirNav Prediksi Trafik Penerbangan Lebaran 2026 Naik 4,5 Persen

“Banyak WNA yang beristirahat di dalam rumah-rumah yang telah diubah menjadi tempat tinggal,” ujar Datuk Mohd Rusdi.(ara)

No More Posts Available.

No more pages to load.