Mandiri Investasi Siapkan Peluncuran Reksa Dana ETF Emas Syariah pada Kuartal I 2026

oleh -1654 Dilihat

KIASJATIM.COM, Jakarta – PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) berencana meluncurkan Reksa Dana ETF Syariah berbasis emas pada kuartal pertama 2026. Untuk mempersiapkan peluncuran tersebut, Mandiri Investasi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Mandiri Sekuritas pada Jumat (28/11). Mandiri Sekuritas akan menjadi Dealer Partisipan ETF Emas pertama di Indonesia.

Kolaborasi dua entitas di bawah Mandiri Group ini bertujuan membangun ekosistem perdagangan ETF Emas Syariah yang likuid, terjangkau, dan mudah diakses. Melalui Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan, investor nantinya dapat memperdagangkan unit penyertaan ETF tersebut layaknya transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Mandiri Investasi, Hardiyanto Pilia, menjelaskan bahwa ETF Emas Syariah ini merupakan reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif dengan underlying emas fisik yang tersimpan pada lembaga penyimpan emas terdaftar sebagai LJK Bulion. Produk ini juga dirancang mengikuti prinsip syariah sesuai Fatwa DSN MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.

“ETF Emas Syariah ini menjadi solusi investasi modern dibandingkan emas fisik, karena investor tidak perlu menyimpan emas secara fisik. Unit penyertaannya mengikuti harga emas domestik atau global, mudah diperdagangkan, dan biayanya terjangkau. Produk ini cocok bagi semua segmen investor,” ujar Hardiyanto.

Mandiri Investasi optimistis produk tersebut akan mendapat sambutan positif, terlebih tren permintaan terhadap instrumen emas meningkat dalam beberapa tahun terakhir akibat volatilitas pasar dan kebutuhan aset lindung nilai. Menurut data World Gold Council, ETF emas global mencatat AUM USD 472 miliar per September 2025.

Mandiri Sekuritas Jamin Likuiditas Transaksi

Sebagai Dealer Partisipan, Mandiri Sekuritas tidak hanya bertindak sebagai perantara transaksi ETF di BEI, tetapi juga melakukan pembelian dan penjualan emas fisik dari penyedia emas dalam rangka proses creation dan redemption unit di pasar primer.

Baca Juga :  Game SELINGO Untag Raih Bronze di ISS Malaysia

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, menyebut kerja sama ini menghadirkan ekosistem perdagangan yang sehat dan transparan.

“Kami menyambut baik kerja sama ini untuk memperdagangkan ETF Emas Syariah dengan spread kompetitif dan volatilitas harga yang terkelola. NAB dipublikasikan secara reguler sehingga informasi harga dan portofolio transparan,” jelas Oki.

“Investor tidak perlu khawatir soal likuiditas. Produk ini fleksibel dan cocok sebagai instrumen safe haven maupun diversifikasi portofolio. Ditambah dukungan Mandiri Group, keamanan dan kredibilitasnya terjamin,” tambahnya.

Mandiri Investasi menargetkan ETF Emas Syariah dapat berkontribusi pada peningkatan Asset Under Management (AUM) di 2026. Hingga 28 November 2025, total dana kelolaan Mandiri Investasi telah mencapai lebih dari Rp 70 triliun secara konsolidasi dan diproyeksikan terus bertumbuh hingga akhir tahun.

Sebagai salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia, Mandiri Investasi kini menawarkan 54 produk investasi mencakup ETF, reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, produk alternatif, hingga produk bertema ESG. Portfolio tersebut semakin lengkap dengan hadirnya ETF Emas Syariah, melengkapi jajaran produk ETF seperti Mandiri ETF LQ45, Mandiri ETF SRI-KEHATI, dan indeks berbasis ESG.

Produk-produk Mandiri Investasi telah dipasarkan melalui 43 APERD, termasuk bank, perusahaan sekuritas, fintech, dan mitra distribusi di Singapura. Kinerja kuat dan inovasi produk yang konsisten juga mengantarkan Mandiri Investasi meraih berbagai penghargaan dari Alpha Southeast Asia, Bareksa, serta InvestorTrust & Infovesta.(pur)

No More Posts Available.

No more pages to load.