Game SELINGO Untag Raih Bronze di ISS Malaysia

oleh -171 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kolaborasi mahasiswa Program Studi Sastra Inggris dan Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mencuri perhatian di panggung internasional. Lewat game edukatif bernama SELINGO, tim ini meraih Bronze Medal sekaligus penghargaan Favorite Poster dalam 2nd International Student Summit (ISS) 2026 di Malaysia.

Kompetisi tersebut diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai negara. Tim Untag terdiri dari Ainilya Salwa Asyiva dari Sastra Inggris sebagai ketua, Devita Permatasari dari Psikologi, serta Rava Maulana, siswa SMK Antartika 2 Sidoarjo jurusan Multimedia, sebagai pengembang aplikasi.

SELINGO merupakan singkatan dari Self-Emotion and Linguistics. Game ini mengintegrasikan pembelajaran bahasa Inggris dengan pendekatan psikologis berbasis kesadaran emosi. Konsep permainan menggabungkan mekanisme ular tangga, truth or dare, dan kuis dalam satu sistem. Pemain yang menjawab benar akan naik level, sementara jawaban kurang tepat membuat pemain turun tingkat.

Keunikan SELINGO terletak pada balok berwarna yang merepresentasikan emosi: merah untuk marah, kuning untuk bahagia, biru untuk sedih, dan hijau untuk tenang. Saat pemain berhenti di warna tertentu, muncul pertanyaan reflektif berbahasa Inggris seperti Have you felt angry in the last two days? Why? Pendekatan ini mendorong siswa mengekspresikan perasaan sekaligus melatih kemampuan bahasa Inggris secara aktif.

Salwa menjelaskan bahwa ide SELINGO lahir dari kebutuhan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter generasi muda. “Kami mengusung game-based learning karena Gen Z dan Gen Alpha cenderung lebih tertarik belajar melalui media interaktif,” terang Salwa.

Dari sisi psikologi, Devita merancang komponen emotional awareness melalui pertanyaan reflektif dalam permainan. “Urgensinya emotional awareness dalam proses belajar agar siswa tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga belajar memahami kondisi emosinya,” jelasnya.

Baca Juga :  Korban Penjambretan di Gresik, Dua Pedagang Sayur Alami Luka 

Persiapan menuju ISS 2026 dilakukan sekitar satu bulan. Tantangan terbesar terletak pada pengembangan aplikasi yang masih berupa prototipe, termasuk revisi desain dan pengkodean. Devita mengaku sempat gugup saat harus mempresentasikan ide di hadapan peserta internasional. “Awalnya saya merasa deg-degan karena mengetahui bahwa bahasa Inggris saya tidak terlalu bagus. Namun Salwa meyakinkan saya untuk tetap berbicara sebisa saya,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kepercayaan diri, tim rutin berlatih presentasi bersama di hotel maupun di area belakang lokasi lomba sebelum tampil. “Support antar anggota tim sangat penting agar bisa merasa percaya diri dan tidak tertekan,” tambahnya.

Keberhasilan meraih dua penghargaan di ISS 2026 menjadi bukti kolaborasi lintas disiplin mahasiswa Untag Surabaya dalam menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis permainan. Tim berkomitmen menyempurnakan pengembangan aplikasi SELINGO yang masih dalam tahap prototipe serta melanjutkan riset efektivitas metode game-based learning yang mereka gagas.(tok)