TIM TPID Jatim Siapkan 4 Strategi Pengendalian Inflasi Jelang Nataru 2025

oleh -438 Dilihat

Rakor HLM pengendalian inflasi dan percepatan pertumbuhan ekonomi Jatim di Surabaya. (istldok)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan 4 strategi untuk menjaga laju inflasi menjelang momen Hari Raya Natal dan Tahun Baru melalui High Level Meeting (HML) atau pertemuan tingkat tinggi di Surabaya pada, Selasa (25/11/2025).

Dalam HLM tersebut BI Jatim bersama dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), dan Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TPZ2ED) se-Jawa Timur juga menyiapkan langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus perluasan digitalisasi daerah.

Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim memastikan, Bank Indonesia akan terus berkontribusi secara nyata mengendalikan inflasi, mempercepat digitalisasi, dan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi karena Jawa Timur selalu menjadi benchmark nasional.

Menurutnya, dengan menjaga stabilitas harga, mempercepat digitalisasi, dan menyelaraskan kebijakan pertumbuhan, Jatim tidak hanya sekadar mengelola daerah tetapi juga udah menjaga masa depan ekonomi Indonesia.

“Stabilitas, efisiensi, dan pertumbuhan, itulah 3 pilar penting yang harus kita jaga bersama,” katanya  Rabu (26/2025).

 Empat strategi atau quick wins yang disiapkan untuk menjaga inflasi di akhir tahun ini, pertama,  disepakati perlu adanya peningkatan produktivitas melalui budidaya dengan bantuan benih unggul dan pengembangan kawasan hortikultura.

 Kedua, intensifikasi penyelenggaraan pasar murah termasuk penyaluran Beras SPHP untuk mendukung keterjangkauan harga komoditas. Ketiga, sinergi pengawasan bersama satgas pangan dan aparat penegak hukum lainnya. Keempat, monitoring harga konsumen secara harian melalui SISKAPERBAPO dan platform milik Kabupaten/Kota.

“Ini sebagai langkah strategis penguatan kelembagaan TPID, khususnya aspek monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan program,” tambah Ibrahim.

Sebagai upaya untuk mendorong digitalisasi daerah, TP2DDse-Jawa Timur menyepakati 3 quick wins. Pertama, penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait mplementas opsen pajak daerah guna mencapai kemandirianfiskal daerah.

Baca Juga :  PT PJB - PT PLN Pusertif Kerjasama Andal dalam Kalibrasi dan Peralatan Unit Pembangkit

Kemudian, ptimalisasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah dari sisi penerimaan dan belanja daerah. Ketiga, penguatan infrastruktur dan ekositem digital melalui program Jatim Internet and Connectivity (Infinity).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional akan menjadi barometer pengendalian inflasi, percepatan digitalisasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Hal ini tentunya tidak dapat dicapai dengan mudah, melainkan harus dengan kolaborasi semua pihak dan dilaksanakan secara konsisten sesuai peta jalan yang sudah ditetapkan,” katanya.

Atas capaian inflasi yang terkendali dan kinerja digitalisasi daerah yang sangat baik, Gubernur Khofifah pun memberikan apresiasi kepada 9 kabupaten/kota atas pelaksanaan program kerja pengendalian inflasi terbaik dan 9 OPD provinsi/kabupaten/kota atas capalan digitalisasi daerah terbaik.

Kedepan, Pemprov Jatim bersama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, TPID, TP2DD, dan TPZED se-Jawa Timur, serta pelaku usaha akan terus memperkuat sinergi dan inovasi dalam rangka mewujudkan pertumbuhan ekonomi Jatim yang berkelanjutan dan berdaya tahan, guna mendukung tercapainya Asta Cita dan visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.