BKGN  2025: Pepsodent  – FKG RSGM UNAIR Bantu Masyarakat Surabaya  Perawatan, Konsultasi Gigi dan Gusi 

oleh -1162 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya –  Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) dalam kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025 memberikan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan gusi.

Bertempat di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya BKGN tahun ini  memasuki tahun penyelenggaran keenam belas. Mengangkat tema “Cek Gigi dan Gusi – Bebas Biaya, Bebas Cemas, Bebas Ribet. Istimewanya, band legendaris GIGI juga ikut memeriahkan penyelenggaraan BKGN 2025 untuk mengedukasi tentang kesehatan gusi melalui gubahan lagu.

Prof. Dr. Prof. Dr. Muhammad Luthfi, drg., M.Kes., Dekan FKG UNAIR  menyampaikan, kali ini BKGN 2025 memberikan perhatian khusus pada kesehatan gusi karena penyakit gusi adalah permasalahan gigi kedua terbesar di Indonesia setelah gigi berlubang namun masih sering terabaikan dan kerap disebut ‘silent killer’ karena gejalanya muncul secara samar dan tidak menimbulkan rasa sakit – terutama di tahap awal.

‘Jika dibiarkan, penyakit gusi tidak hanya akan mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut, namun bisa menjadi bahaya tersembunyi yang mempengaruhi  kesehatan tubuh secara menyeluruh,” ujar Muhammad Luthfi dalam sambutannya, Sesa (18/11/2025).

Kesehatan gigi masih menjadi permasalahan besar di Indonesia. Bahkan data terbaru dari Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes RI yang telah menjangkau hampir 40 juta penduduk memperlihatkan bahwa keluhan gigi dan gusi berada di urutan tertinggi di seluruh kelompok usia, sementara kondisi tersebut seringkali terabaikan.

Untuk itu, Pemerintah terus mendorong kolaborasi dengan asosiasi profesi dan juga pelaku usaha untuk melakukan berbagai upaya promotif dan preventif, salah satunya melalui peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) yang tahun ini mengangkat tema “Gigi dan Gusi Sehat, Senyum Indonesia Hebat”.

Baca Juga :  Cegah Kebocoran, Dishub Surabaya Optimalkan Pembayaran Parkir Via Qris dan Voucher

“Penyakit gusi memiliki dua tahapan, pertama adalah gingivitis yang ditandai dengan gejala gusi bengkak, merah, atau mudah berdarah. Pada tahap ini, masalah gusi masih dapat diatasi dan bahkan bisa menjadi kembali sehat dengan perawatan yang tepat. Selanjutnya adalah periodontitis, di tahap ini kerusakan sudah sampai ke tulang dan jaringan pendukung gusi, seringkali bersifat irreversible, dimana gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal. Yang perlu kita waspadai, bakteri dari gusi yang terinfeksi dapat masuk ke aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit sistemik seperti jantung, stroke, diabetes, hingga infeksi pernafasan dan komplikasi kehamilan,” lanjut Prof. Luthfi.

Di kesempatan yang sama, drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Personal Care Community Lead Unilever Indonesia menuturkan, guna melindungi masyarakat dari berbagai bahaya tersembunyi di balik masalah gusi, BKGN 2025 mengangkat tema ‘Cek Gigi dan Gusi – Bebas Biaya, Bebas Cemas, Bebas Ribet’. Secara total. BKGN 2025 akan memberikan perawatan dan konsultasi gigi dan gusi gratis bagi 28.000 masyarakat, diselenggarakan di 30 FKG dan RSGMP di seluruh Indonesia.

” Layanan ini meliputi pembersihan karang gigi, penambalan gigi sederhana dan aplikasi fluoride atau fissure sealant, serta pencabutan gigi. Selain itu sebagai upaya promotif preventif, sebanyak 55 PDGI Cabang akan melakukan edukasi kesehatan gigi dan gusi bagi siswa sekolah di berbagai wilayah Indonesia, hingga menjangkau area-area terpencil seperti Simeulue – Aceh, Kotawaringin Barat – Kalimantan Tengah, Jeneponto – Sulawesi Selatan, dan Sorong – Papua,” papar Ratu Mirah Afifah.

Ditambahkan, seluruh pelayanan di BKGN 2025 akan diberikan oleh dokter gigi berkompeten, sehingga masyarakat tidak perlu cemas. Yang tak kalah penting adalah bebas ribet karena pelayanan di BKGN 2025 dapat diakses dengan mudah, masyarakat bisa langsung mendaftar secara online di seluruh FKG dan RSGMP yang berpartisipasi atau melalui website www.tanyapepsodent.com.

Baca Juga :  Deteksi Dini, 44.917 Pelajar di Banyuwangi Telah Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Prof. Dr. Agung Krismariono, drg. M.Kes., Sp.Perio (K) – Direktur RSGM UNAIR menerangkan, selama satu tahun terakhir, jumlah keluhan gusi yang dialami oleh pasien RSGM UNAIR bulan September 2024 sampai dengan September 2025 kurang lebih sebanyak 2.150 kasus, dimana kebanyakan sudah dalam kondisi yang cukup parah.

“Artinya permasalahan ini memang sering terjadi di tengah masyarakat Surabaya, seringkali tanpa mereka sadari. Untuk itu, dengan target memberikan manfaat pada 750 pasien, di BKGN 2025 seluruh tim RSGM UNAIR yang terdiri dari staf klinis dan non klinis, dokter gigi muda, dokter gigi, dokter gigi spesialis, dan dokter gigi sub spesialis siap melayani dan mengedukasi masyarakat untuk terus menjaga kesehatan gusi dengan menyikat gigi dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur menggunakan pasta gigi khusus untuk kesehatan gusi, melakukan pembersihan karang gigi secara teratur, serta kontrol rutin ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali. Selain itu, kami juga menargetkan untuk mengedukasi 2.000 siswa dan santri tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan gusi,” jelasnya.

BKGN 2025 juga semakin istimewa berkat kolaborasi Pepsodent bersama band legendaris GIGI untuk mempersembahkan jingle ikonik “Aku Gigi, Mulut Rumahku” yang secara khusus di-remake menjadi lagu yang membawa pesan “Rahasia GIGI Kuat adalah GUSI yang Sehat”.

Dalam kesempatan di akhir acara  drg. Mirah menyampaikan harapan, sejak pertama kali dilaksanakan di 2010, BKGN telah memberi edukasi dan perawatan gigi gratis ke lebih dari 2,7 juta masyarakat.

‘ Semoga seluruh rangkaian edukasi pelayanan dan inovasi produk yang kami persembahkan tahun ini dapat membantu masyarakat memancarkan Senyum Indonesia Hebat dengan gigi dan gusi yang sehat,” pungkasnya. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.