Pemkab Bondowoso Perkuat Regulasi dan Tim Percepatan untuk Wujudkan Bondowoso Bebas TBC

oleh -949 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso — Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan kembali fokusnya pada intensifikasi pencegahan Tuberkulosis (TB) serta penguatan pengelolaan data dan informasi penanggulangan TB. Penegasan tersebut disampaikan dalam Exit Meeting Pemeriksaan Kinerja atas Efektivitas Upaya Penuntasan TBC Tahun Anggaran 2024–2025 oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur yang digelar di Peringgitan Pendopo RBA Bondowoso.

Pemerintah memastikan bahwa komitmen penanggulangan TB telah dituangkan dalam Peraturan Bupati tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TB serta Keputusan Bupati tentang Tim Percepatan Penanggulangan TB. Namun demikian, regulasi dan struktur tim dinilai perlu diperkuat agar semakin adaptif terhadap kebutuhan lapangan.

Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi menegaskan perlunya penyempurnaan struktur tim percepatan agar program berjalan lebih efektif.

“Struktur tim percepatan harus diperkuat dengan bidang khusus seperti promosi kesehatan, pengobatan dan pencegahan, serta pengelolaan data. Dengan struktur yang lengkap, kinerja tim akan lebih terarah dan percepatan penanggulangan TBC akan semakin optimal,” tegas Sekda.Senin (17/11/2025).

Ia menambahkan bahwa Pemkab Bondowoso siap menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK RI demi meningkatkan kualitas program, layanan kesehatan, serta memastikan intervensi TB berjalan tepat sasaran.

Sementara itu, Direktur RSUD dr.H.Koesnadi Bondowoso Yus Priyatna menegaskan bahwa rumah sakit bersama puskesmas dan jejaring fasyankes terus memperkuat skrining aktif dan penemuan kasus.

“Kami sangat mengapresiasi masukan dari BPK. Ini menjadi momentum bagi kami untuk memperbaiki tata kelola layanan TB, memperluas deteksi dini, serta memastikan seluruh pasien mendapatkan pengobatan hingga tuntas,” ujar dr. Yus.

Menurutnya, salah satu indikator kinerja yang baik dalam penanggulangan TB justru terlihat dari meningkatnya temuan kasus.

“Peningkatan jumlah kasus yang ditemukan bukan berarti situasi memburuk. Justru itu menunjukkan pelayanan skrining berjalan baik. Semakin banyak kasus ditemukan, semakin cepat intervensi bisa dilakukan dan penularan dapat dicegah melalui pelacakan kontak,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Bondowoso Gelar Paripurna, Bupati Sampaikan Nota Perubahan APBD 2025

Pemkab Bondowoso juga kembali menegaskan bahwa program penanggulangan TB merupakan prioritas bupati, dengan dukungan anggaran khusus melalui sektor kesehatan. Keberhasilan program ini sangat membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran media dalam edukasi publik.

Dengan penguatan regulasi, peningkatan kinerja tim percepatan, dan dukungan layanan kesehatan yang semakin terintegrasi, pemerintah optimistis target Bondowoso Bebas TB dapat dicapai lebih cepat.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.